BerOjol,

Akibat Kurang Hati-hati

salah order
ilustrasi Gossip Hitz
Bagikan artikel seru ini...

Semua perkerjaan yang kita jalankan jika tidak teliti dalam menjalankan prosedurnya. mungkin akan berakibat fatal atau merugikan bagi kita sendiri ataupun team work jika kita berkerja dalam suatu mekanisme sistem perusahaan.

Begitu juga dengan ojol (ojek online), prosedur dalam menerima pesanan atau orderan yang masuk ke aplikasi harus dipikirkan secara matang dan setiap ojol juga dituntut untuk tidak sembarangan menarik penumpang. Kalau driver tidak konsentrasi dalam menerima pesanan, maka nasibnya bisa apes seperti ojol yang satu ini.

Saat itu Fajar berada di Grand Indonesia dan sedang dalam jam sibuk karena sudah jam pulang kantor. Tiba-tiba sebuah orderan masuk. Grand indonesia West lobby to Kebun Jeruk Rp33.000.

“Lumayan jalan pulang,” kata Fajar:

Dan setelah di pick up oleh Fajar secara otomatis nama dari pemesan akan tertera di aplikasi.

“Ohh a/n sarah ayu putri,” kata Fajar.

Segera Fajar meluncur ke lokasi penjemputan yang hanya memakan waktu 3 menit. Setelah tiba di lokasi penjemputan karena lobby mall penuh orang yang juga sedang memesan ojek online, Fajar jadi kebingungan.

Dia mencoba chatting si Sarah, namun setelah dicoba beberapa kali chatting Fajar pending semua. Fajar lalu menelepon namun jaringan sibuk dan akhirnya Fajar memakai cara classic yaitu berteriak sambil menyebut nama “Saraaahh.. Bu Saraahh..!!”

Akhirnya ada seorang wanita mendekati Fajar.

“Tadi Bapak panggil Sarah yah?” tanya sang calon penumpang.

“Iya Bu, ini Bu Sarah??”

“Oh iya Pak, benar!” kata penumpang itu.

Tanpa pikir panjang Fajar langsung memberikan helm dan masker pada Bu Sarah dan langsung jalan.

“Pak, pakai google maps aja yah sebelumnya. Maaf yah pak saya mau dengarkan musik dan main hp,” kata si ibu.

“Oh ok, nggak apa-apa Bu, santai aja!”

Setelah perjalanan selama 20 menit, si penumpang menepuk pundak Fajar.

“Pak, Pakk..” kata si penumpang.

“Iya Bu, kenapa?” tanya Fajar,

“Bapak lewat mana ini? Kok ke Tomang?” tanya penumpang,

“Lohh kan Ibu ke arah Kebun Jeruk?”

“Waduhhh, saya ke Matraman lohh”.

“Lohh kok? Ibu Sarah kan?” kata Fajar.

“Iya saya, Sarah, tapi saya ke Matraman,” kata si penumpang,

“Loh Sarah Ayu Putri, bukan?”

“Bukan Pak, saya Sarah Marpaung.”

“Waduhhhhh Ibu salah naik, kalo gitu!” kata Fajar sambil berhenti di deket trotoar.

“Tadi Bapak bilang Sarah, yah saya pikir itu saya,” kata penumpang itu.

“Jadi gimana ini? Udah jauh klo mau balik?” tanya Fajar.

“Loh ngapain balik, ini jauh loh Pak, Jangan balik dong enak ajaa Bapak yang salah kok.”

“Ibu juga salah, kenapa baru kasih tahu saya sekarang pas udah jauh banget.” protes Fajar.

“Tadi kan saya udah bilang saya mau main hp dan denger music, Bapak bilang oke. Mana saya perhatiin jalan,” kata si penumpang.

“Yah maaf deh, salah saya. Sekarang saya anter Ibu ke Matraman!”

“Terus gimana sama oderan Bapak yang ke Kebun Jeruk?” si penumpang bertanya.

“Ya mau bagaimana lagi. Saya batalin dari aplikasi saya, terserah nanti saya kena suspend atau pinalty, emang salah saya.”

“Maafin ya, Pak. Saya kurang merhatiin.”

“Udah, nggak apa-apa.Saya juga minta maaf,” sahut Fajar.

Akhirnya Fajar pun mengcancel orderan yang seharusnya dan mengantar Sarah Marpaung ke Matraman yang jaraknya sangat jauh dari lokasi mereka saat itu. Akibat salah ambil order, bukan saja rugi waktu dan tenaga, tapi Fajar bisa kena terkena suspen dari aplikator jika si penumpang yang seharusnya diantar melapor ke aplikator. Nasib-nasib. (A3)