fbpx
BerOjol,

Alami Tabrakan Tepat di Perempatan

nyaris tabrakan
ilustrasi foto : gossip Hitz
Bagikan artikel seru ini...

Hati-hati di jalan, semoga selamat sampai tujuan. Nasihat itu sering disampaikan untuk orang-orang yang melakukan perjalanan, terutama melalui jalan raya. Untuk para pengendara motor, nasihat itu juga sering diucapkan. Para driver ojek online (ojol) pun akan diberi nasihat disertai doa yang sama oleh keluarganya supaya selamat.

Tapi, kadang pengalaman tak diharapkan bisa terjadi. Itu juga yang dialami Sarif (30), driver ojol yang baru setengah tahun ini narik.

Siang itu, aplikasi Sarif berbunyi. Seorang bapak mengorder ojol untuk diantar ke sebuah klinik di sekitar Citayam, Depok.

Pak Bani?” kata Sarif setelah bertemu dengan penumpangnya.

Benar, Mas, buruan ya, saya mau ke klinik kesehatan nengok teman saya yang kecelakaan,” ucap si bapak.

Siap, Pak,” kata Sarif sambil bersiap mengantar si bapak menuju klinik.

Motor Sarif berjalan sedang. Meski penumpangnya terburu-buru, ia enggan menambah kecepatan.

Agak cepat, Mas, saya sudah ditelepon teman supaya menemani dia di klinik itu. Teman saya nggak punya saudara di sini,” pinta si penumpang.

Karena dengan ekspresi memelas, si penumpang mampu meluluhkan hati Sarif.

Baik, Pak, saya tambah kecepatan. Bapak pegangan yang kencang. Tidak apalah, nggak banyak kendaraan di jalan siang ini. Mungkin lagi pada di rumah karena puasa,” kata Sarif.

Sarif akhirnya menggeber motornya. Jalanan memang agak sepi. Sarif bisa leluasa menambah kecepatan. Tapi, betapa kagetnya Sarif saat sampai di perempatan. Dari arah kiri di perempatan itu, sebuah sepeda motor ngebut.

Sarif tak sempat mengurangi kecepatan dan melakukan pengereman mendadak. Tapi, terlambat! Braaakkk… Sarif bertabrakan dengan motor yang melaju dari arah kiri. Tepat di tengah perempatan itu, Sarif dan penumpangnya terjatuh.

Aduh, gimana sih, Mas, hati-hati dong,” kata si penumpang.

Bapak tadi yang minta saya ngebut,” ucap Sarif.

Sementara itu, orang yang bertabrakan dengan Sarif pun mengaduh kesakitan. Ternyata Sarif bertabrakan dengan sesama driver. Tapi driver ojek pengkolan. Sarif agak ketakutan. Ia khawatir si driver ojek pengkolan marah.

Maaf, Pak, saya tidak hati-hati,” Sarif mencoba meminta maaf.

Ekspresi si driver ojek pengkolan agak meringis menahan sakit karena jatuh ketimpa motornya.

Nggak apa-apa, Mas. Saya juga minta maaf, tadi ngebut dan nggak bisa mengendalikan motor,” kata si driver ojek pengkolan, yang usianya jauh lebih tua dari Sarif.

Lega hati Sarif. Ia segera mencoba menghidupkan motornya. Karena mesin bisa nyala, Sarif pun mengajak penumpangnya melanjutkan perjalanan.

Untung aja perempatan jalan lagi sepi, Pak, nggak terjadi tabrakan beruntun,” ucap Sarif kepada si bapak.

Iya, maaf. Ini namanya saya punya pengalaman yang sama dengan teman yang mau saya tengok. Korban kecelakaan,” kata si bapak.

Kalau saya, mudah-mudahan ini pengalaman pertama dan terakhir, Pak,” kata Sarif. Penumpangnya diam saja, menyesali kesalahannya. (h1)