BerOjol, Headline,

Cara Mendapatkan Jodoh dari Narik Ojek Online

gojek
Foto hanya ilustrasi.
Bagikan artikel seru ini...

Sebagai seorang jomblo, tentu kehadiran seorang pasangan akan selalu menjadi dambaan. Siapa sih yang mau menjomblo dalam waktu yang lama? Pasti sebisa mungkin orang akan berusaha untuk mencari jodohnya dengan cara apa pun. Berbagai modus dan trik digunakan sebagai cara mendapatkan jodoh.

Dalam urusan cinta, ada istilah “jatuh cinta pada pandangan pertama”. Dan ini biasa terjadi pada semua orang, tak terkecuali para driver online. Mereka juga manusia, punya rasa, punya hati, kaya lagunya Candil aja, “driver ojol juga manusia”.

Ini juga yang dialami oleh Argo, sebut saja begitu. Sebagai driver ojek berbasis aplikasi, Argo kerap bertemu banyak orang, entah itu laki-laki, perempuan, tua, muda semuanya dia temui. Argo juga nggak pernah membeda-bedakan mana penumpang cantik atau jelek, ganteng atau biasa saja. Eksekutif atau pegawai biasa. Semuanya dia layani dengan baik.

Tapi itulah tadi, driver juga manusia, maka ketika mendapatkan penumpang cewe cantik, tentu saja hatinya akan deg-degan. Maklum aja, namanya juga jomlo. Tapi sebagai driver dia terkadang merasa minder kalau dapat penumpang cewe cantik orang kantoran. “Masa cewe cantik dan kerja kantoran seperti doi mau sama driver Ojol kaya gue,” begitu selalu pikiran yang muncul di benak Argo.

Akhirnya yang dia dapat samban melihat cewe cantik naik ojeknya hanyalah “sakit hati” doang karena nggak pernah berani menyatakan perasaannya. Maka setiap kali, Argo curhat sama kawan-kawannya, dia kerap jadi korban bullying. “Elo mah goblok, Go! Kenapa ada cewe cakep depan mata elo nggak berani PDKT. Akhirnya Cuma bisa curhat doang,” kata teman-temannya.

“Ya, habis gimana dong! Gue Cuma driver, dia cewe kantoran! Mana mau sama driver Ojol,” kata Argo membela diri.

“Bro, kita ini laki-laki. Kalo ditolak paling malu doang. Tapi kalo nggak pernah nyoba, ibarat kita kalah sebelum berperang!” ejek yang lain.

Nah, Begini Kisah Argo Cara Mendapatkan Jodoh dari Profesinya

Ejekan itu selalu terngiang di telinga Argo dan dia pun bertekad untuk memberanikan diri jika kesempatan-kesempatan itu datang kembali. Dan ibarat pepatah “pucuk dicinta ulam pun tiba”, kesempatan itu pun datang. Dia mendapat order dari seorang gadis cantik pegawai kantoran.

“Ini Mbak Dina, ya? Mau ke Pasar Minggu?” tanya Argo ramah.

“Iya Mas!” kata si gadis.

Argo langsung menyodorkan helm dan masker kepada sang penumpang. Tak lama gadis bernama Dina itu segera naik ke atas motor. Hati Argo yang kesemsem dengan si penumpang cewe jadi berbunga-bunga. Maka modus pun cepat-cepat dijalankan. Argo mulai ngajak ngobrol ngalor-ngidul. Mulai dari pekerjaan, kemacetan Jakarta dan sebagainya. Eh ternyata nyambung karena Dina memang seorang yang asyik diajak bergaul. Tak terasa perjalanan sudah sampai dan Dina pun turun persis di depan rumahnya. “Aduh cantiknya,” pikir Argo dalam hati.

“Ini helm dan uangnya. Terima kasih ya, Mas! Ngobrol kita tadi seru juga!” kata Dina yang langsung masuk ke dalam rumah.

Sejak pertemuan dengan Dina, Argo sering-sering mangkal dekat kantor Dina. Dan perjuangannya akhirnya membuahkan hasil, Dina kembali memesan jasanya. “Eh ketemu lagi,” kata Argo pura-pura itu terjadi kebetulan. Dina pun tampak gembira berjumpa dengan sang ojekers yang tampan itu. Seperti biasa mereka melalui perjalanan dengan obrolan seru hingga mereka tiba di rumah Dina tanpa terasa.

Kali ini Argo pun tak mau menyia-nyiakan kesempatan. Dia segera menanyakan apakah sang penumpang keberatan kalau setiap sore dia yang menjemput. “Mbak, setiap sore selalu pesan ojek?” tanyanya.

“Ah, jangan panggil mbak. Panggil aja Dina. Iya setiap sore aku selalu pake ojek, emang kenapa?” ujar Dina.

“Gini Din, boleh ya aku panggil gitu?” kata Argo.

“Iya, gitu jadi lebih akrab! Emang kenapa kok nanya-nanya?” cetus Dina.

“Nggak, kalau boleh aku aja yang jemput tiap sore. Ada yang marah nggak?” Argo mulai menerapkan strateginya.

Tanpa disangka Dina membalas keinginannya. “Ih, Mas Argo ada-ada aja. Siapa yang marah kalo Mas Argo jemput aku. Kalau mau jemput tiap sore, jemput aja! Tapi tarifnya dapat diskon ya?” goda Dina.

Akhirnya mereka pun makin hari makin akrab dan sekarang Argo bisa mewujudkan mimpinya untuk pensiun jadi jomlo gara-gara narik ojek online. Argo pun bisa dapat gebetan dari profesi barunya itu. (w-2)