fbpx
BerOjol, Headline,

Cuma Nambah Dua Ribu

dua ribu
ilustrasi foto : you tube
Bagikan artikel seru ini...

Narik ojek online (ojol) saat ini tak seperti dulu-dulu. Apalagi kalau narik siang, dapat orderannya susah banget dan tarifnya kadang kecil-kecil. Sudah begitu yang narik pun musti sabar-sabar betul, pasalnya penumpang terkadang punya kebiasaan aneh.

Ini juga yang dialami Anto (28), seorang driver yang sudah 8 bulan berprofesi sebagai ojol. Karena sulit dapat order, dia jarang banget mau narik siang. Paling-paling sore hari dia baru keluar “kandang”. Tapi entah kenapa hari itu, Anto pengen narik siang.

Seperti sudah dia duga susah banget dapat ordernya. Setelah nunggu agak lama, baru sebuah order masuk ke hp si Anto.
Karet Benhil to Cipinang Jakarta Timur # Rp.27.000

“Hooaammm (nguap) ada juga argo segini siang bolong gini,” cetus si Anto.
Anto pun tancap gas ke lokasi penjemputan. Dalam 5 menit, dia sampai di lokasi dan terlihat seorang ibu-ibu sedang menunggu.

“Ibu Hanna yang ke Cipinang?” tanya Anto.

“Iya, Mas!”

“Ok.. ini helmnya tapi maaf Bu, masker saya habis,” kata Anto.

“Oh nggak apa-apa, Mas! Di tas saya ada masker, kok!” jawab si ibu..

Setelah Ibu itu naik motor dan Anto pun langsung tancap gas. Setelah kira-kira sudah separuh perjalanan tiba-tiba si Ibu itu mendapat telephone.

“Waduhhhh!!.. iya ok, saya balik lagi,” kata si ibu sambil menelepon.

“Mas, waduh ada barang saya yang ketinggalan di Benhill. Bisa puter balik, nggak? Haduhh maaf, Mas. Nanti ongkosnya saya tanbahin deh,” kata si ibu memohon.

“Yah Bu, sebenarnya bisa aja, tapi ini udah separuh jalan.”

“Iya Mas, saya mohon maaf, bisa balik lagi ya?” kata si ibu.

Dengan terpaksa Anto memutar balik motornya sambil bilang, “Iya sudah, Bu. Mau gimana lagi?” katanya sedikit kesal.

Mereka pun kembali ke lokasi awal. Setelah beberapa menit mereka sampai di lokasi. Si ibu langsung bilang, “Tunggu ya, Mas! Saya ambil barangnya dulu.”

Kurang lebih 5 menit si ibu muncul lagi sambil menepuk pundak Anto dan bilang, “Mas, ayo jalan lagi,maaf yah!”

“Ok Bu,ini udah nggak ada yang ketinggalan lagi?” tanya Anto.

“Enggak Mas, yuk jalan!”

Anto langsung tancap gas, namun sela bebrapa menit, si ibu menepuk pundak Anto.

“Mas, haduh maaf ada kelupaan lagi!”

“Lohh piye iki, !bu? Tadi saya tanya ada yang ketinggalan lagi atau enggak, katanya enggak ada!” kata Anto dengan nada tinggi.

“iya, Mas. Tapi HP saya ketinggalan di kamar,tadi ini baru saya inget pas lagi cari di tas,” sahut si ibu.

“Yahh, kita muter lagi gitu?”

“Maaf Mas, kita muter balik lagi. Tadi saya buru-buru jadinya linglung..”.

“Bu jangan ada yang ketinggalan lagi, dong, Saya cape muter-muter,” sahut Anto sambil tetap puter balik motornya.

Tak beberapa lama mereka pun sampai kembali di lokasi awal. Si ibu pun bilang, “Tenang Mas, saya lari sekarang!”

“Jangan buru-buru deh, Bu! Nanti ada yang ketinggalan lagi,” kata Anto yang belum hilang rasa kesalnya.

2 menit si ibu itu muncul lagi. “Ayo, Mas. Sudah nggak ada yang ketinggalan, maaf ya, Mas.”

“Beneran udah gak ada lagi yang ketinggalan, Bu? Coba dicek lagi deh,” kata Anto.

Setelah mengecek semuanya, si ibu bilang, “Enggak ada Mas, sudah komplit semua. Kita jalan, dikit lagi jalan macet”

“Awas aja kalo sampe ketinggalan lagi, gue suruh langsung ni si ibu,” ancam Anto dalam hati.

Saat itu karena siang menjelang sore jalanan sudah mulai agak padat, yang tadinya membutuhkan waktu 30 menit sekarang jadi 40 menit. Mereka pun sampai di lokasi tujuan si ibu.

“Ok Mas, di sini aja. Tadi argonya berapa?” tanya si ibu.

“27 ribu, Bu”

“Ini pak ongkosnya udah saya tambahin, terima kasih ya, Mas,” kata si ibu sambil menyerahkan uang yang sudah dilipat-lipat pada Anto.

“Iya, Bu. Makasih,” kata Anto yang sudah kesal dan tidak memperhatikan uang itu.

Dia pun langsung memasukkan uang si ibu ke dalam jaketnya dan langsung pergi. Tak lama Anto berhenti dan ingin membeli rokok di warung. Dia segera merogoh koceknya untuk meraih uang yang tadi ia peroleh dan betapa terkejutnya Anto karena uang yang didapat hanya Rp 29.000.

“Et dahhh, ini ibu. Gue udah bolak-balik cuma ditambahin 2 ribu..” kata Anto dengan muka asem. (A3)