fbpx
BerOjol,

Dapat Penumpang Sotoy

survei-62-persen-pengemudi-ojol-di-surabaya-dan-jakarta-dari-korban-phk
Illustrasi Foto: Merdeka.com
Bagikan artikel seru ini...

Selalu ada sejuta kisah unik dan kocak setiap harinya yang dialami para rekan-rekan driver Ojol. Seperti Reza (29), seorang mahasiswa di salah satu universitas Jakarta Pusat ini rela mencari uang tambahan dengan berojol di sela-sela waktu jam kuliah. Dia kebetulan dapat penumpang sotoy alias sok tahu.

Suatu kali Reza yang baru 5 bulan belakangan ini ngebid, mendapat penumpang seorang bapak-bapak di Pasar Minggu mau diantar ke Ciracas. Maka Reza pun segera menghampiri sang penumpang. Dalam pembicaraan awal si penumpang mengaku tak tahu jalan sehingga akhirnya Reza yang juga kurang paham daerah Jakarta Selatan memutuskan untuk menggunakan bantuan google maps.

Setelah sepakat, maka Reza pun memutuskan menggunakan google maps. Baru sampai di kawasan Poltangan, tiba-tiba si penumpang minta belok kiri dan masuk Poltangan. Alasannya, dia tahu jalan tikus di sana.

“Bapak hafal jalan di sini?”

“Iya, hafal Mas. Belok kiri aja!” perintah si penumpang.

Reza pun menuruti apa yang dikatakan si penumpang. Sesudah itu belok kiri, belok kanan, lurus ehhh buntu. Dan si penumpang jadi kebingungan.

“Kenapa, Pak?”

“Kok, buntu ya?”

“Lah, tadi katanya Bapak hafal! Udah saya tanya orang aja!” kata Reza yang sedikit kesal.

Singkat cerita, Reza dapat informasi jalan yang benar dan akhirnya mereka sudah sampai di Jalan Simatupang. Mereka pun mengikuti arahan maps,tapi pas di Pasar Rebo lagi-lagi si penumpang mencoba intervensi.

“Lurus aja lebih dekat, Mas!” kata si bapak.

“Yakin Pak, nanti salah lagi loh. Soalnya mapsnya bilang belok kanan, kenapa Bapak minta lurus!” kata Reza.

“Iya, lurus aja. Di sana macet, kalau lurus lebih cepet,” kata si penumpang.

“Yakin nih lurus? Ya udah, saya ikutin aja!” kata Reza yang mulai malas-malasan nyetir motornya.

Benar saja, pas di bawah fly over Taman Mini, si penumpang kembali bingung. “Stop stop, Mas. Kok ada jembatan, yah?” kata si penumpang.

“Eits dah, dia yang nunjukin jalan, dia yang bingung. Beneran ke sasar ini mah!”cetus Reza dalam hati.

“Pak ini maunya kemana, toh?? Tadi kan, saya bilang mapsnya bilang Ciracas belok kanan, bukan lurus. Bapak ngotot lurus katanya tahu jalan potong,” ungkap Reza yang sedikit kesal.

“Iya, tapi saya inget waktu itu lurus terus dari Pasar Rebo tadi!”

“Lah, kenapa sekarang Bapak malah ragu-ragu?” tanya Reza.

“Waktu itu enggak ada fly over di sini Mas, kayaknya kita salah lagi!” kata si penumpang enteng.

“Waktu itunya kapan, Pak?”

“Tahun 2004, deh!” kata si penumpang.

“Eit busyet. Tahun 2004 mah, gue juga belum sekolah kali. Gue celurit juga nih he he he,” pikir Reza kesal tapi juga mau ketawa geli.

Si reza jelas kesal lantaran fly over Taman Mini yang masuk ke tol memang saat itu belum ada dan jalan yang ditunjuk si bapak itu salah. Karena kesal, Reza akhirnya bilang si bapak jangan banyak komplain karena dia mau pake petunjuk jalan dari google maps aja. (A3)