fbpx
BerOjol,

Dikasih Tip Rp 500 Ribu

1cc1efef-bc5a-4f54-953f-fc5b0f147b0c
Illustrasi Foto: Gossip Hitz
Bagikan artikel seru ini...

Merasakan jadi ojek online (Ojol) tentu punya berbagai pengalaman dan kisah yang menarik, namun bagaimana jika seorang driver punya pengalaman mendapatkan tip dari customernya sebesar Rp 500ribu.

Di saat ngebid  tak seperti dulu dimana tarif masih menguntungkan driver, seorang driver bernama Eko tetap memilih untuk bertahan. Bahkan dia tetap iklas menjalankan profesinya itu, meski pendapatannya sudah menurun drastis akibat efek perang tarif antar aplikator.

“Yah sekarang  keluar jam 7 pagi sampe jam 2 siang gini baru dapet Rp 80 ribu. Tapi ya disyukuri aja,,” gerutu  Eko ketika sedang ngumpul bareng teman-temannya.

“Anyep-anyep, enakan  makan jengkol di warteg, Beh!” sela  seorang temannya sesama driver ojol.

“Salah Beh, kalo ane mah enakan main ke rumah janda ha ha ha…” timpal yang lain.

“Yakin beh baru 80 rebu?”

“Nih lu liat tuh berape?” kata Eko sambil menyodorkan handphonenya memperlihatkan riwayat perjalanannya hari itu.

“Hehe iya 83ribu!” kata temannya nyengir.

Tiba-tiba driver yang akrab dipanggil si babe ini mau melanjutkan narik.

“Mau kemana, Beh?”

“Anyep begini coba ke kantor polisi dah siapa tahu ada rezeki nyasar,” kata si Eko.

Beberapa temannya kemudian menggoda si Eko, karena mana mungkin bisa mendapatkan rejeki di kantor polisi. “Kena tilang malah mungkin!” celetuk teman-temannya.

“Udah ah, jalan dulu. Ngomong sama lu pade mah susah, kebanyakan makan micin sih! Ha ha ha!” sahut si babeh.

Tanpa pikir panjang, si babeh langsung berangkat menuju ke kantor polisi terdekat. Saat itu sebenarnya si babeh cuma ingin numpang ngadem di mushollah polsek itu. Selesai sholat, dia perlahan-lahan mau tiduran di musholah. Tiba-tiba seorang anggota polisi memanggilnya.

“Bang, lagi ngapain?” tanya si polisi.

“Lagi istirahat sebentar habis sholat, Komandan!”

“Saya boleh minta tolong?”

“Siap!” kata si Eko.

Kemudian pilisi itu meminta si Eko mengantar seorang bocah ke kawasan Pasar Rebo. Katanya bocah itu tadi kehilangan ibunya dan minta tolong dianter ke Pasar Rebo ke tempat bibinya jualan.

“Berapa ongkosnya, Bang?” tanya si polisi.

“Terserah aja, Komandan!” kata si Eko.

“Nih Rp 20.000 buat beli bensin, cukup nggak?”

“Sudah cukup, Komandan! Kasihan juga kalau orang tuanya nggak ketemu” kata Eko ikhlas.

Yah sudah, singkat cerita Eko mengantar anak itu sampai di kawasan Pasar Rebo. Sayangnya, nih anak juga nggak tahu alamat persis bibinya dan dia hanya tahu nama bibinya dan nama daerahnya doang. Setelah sampai Pasar Rebo, Eko pun mulai tanya-tanya orang apakah mengenal bibi si anak.

Hampir sepuluh orang ditanya, tak ada satu pun yang kenal. Sampai kemudian Eko bertanya pada ibu-ibu yang mengetahui nama bibi anak itu dan bersedia mengantarkannya ke rumah sang bibi.

Ternyata benar bibi si anak tinggal di sana. Bahkan, ibu si anak ada di rumah itu sudah nangis-nangis takut anaknya diculik. Pas melihat anaknya ada, si ibu langsung memeluk anaknya dengan gembira. “Kemana aja lu? Untung ada Abang ini nganter ke sini!” kata ibunya senang setengah mati.

Karena merasa tugasnya udah selesai dan dia tak mengharapkan apa-apa, si abang driver ojol pun mau pamit pulang. Tapi bibi si anak bilang agar Eko tunggu sebentar. Tak lama dia kembali sambil menyerahkan sebuah amplop.

“Buat apa ini, Bu!”

“Buat Abang aja, buat beli rokok!” kata si bibi.

“Makasih, Bu!” kata Eko sambil memasukkan uangnya ke saku celana.

Karena lelah mencari-cari alamat, Eko pun mampir ke sebuah warteg untuk minum es teh manis sambil ngerokok sebentar. Kemudian dia teringat pada amplop dari bibi si anak dan akan membuaknya. Pas dibuka, Eko kaget bukan main karena ternyata dia mendapat beberapa lembar uang pecahan lima puluh ribu dan jumlahnya mencapai lima ratus ribu.

“Allhamdulilah, jarang-jarang orang ngasih tip sampai segitu, cuma kalo emang semua dibeliin rokok, gue bisa batuk-batuk parah nih he he he,” pikir si Eko. (A3)