BerOjol, Headline,

Disuspend Gara-gara Gopay

driver lupa
ilustrasi foto : Gossip Hitz
Bagikan artikel seru ini...

Bagi seorang pekerja lepas seperti driver ojek online (ojol), pendapatan kadang-kadang tak menentu. Adakalanya di waktu-waktu tertentu, seorang driver bisa sangat “gacor” alias order datang silih berganti, namun di saat-saat tertentu ordernya jadi “anyep” alias jarang dapat order.

Karena itulah, maka seorang driver harus pintar-pintar untuk mengatur keuangannya. Di saat “gacor”, tak perlu terlalu royal, namun di saat “anyep” juga tak perlu terlampau mengeluh.

Tapi yang namanya hidup, tak ada yang tahu. Sebab meski adakalanya kita merasa bahwa kita beruntung, eh tiba-tiba sebuah kemalangan bisa datang dengan tiba-tiba. Seperti yang dialami oleh driver satu ini.

Sebut saja namanya dengan Ridwan. Driver satu ini merasa hari itu dia sangatlah beruntung. Sebab sejak keluar dari rumah jam 6 pagi hingga menjelang magrib, orderannya sangat gacor. Order demi order datang silih berganti sampai target untuk mendapatkan bonus tertinggi dari aplikatornya tampak akan dengan mudah dia raih.

“Wah lumayan, dua poin lagi dapat bonus gede nih,” kata Ridwan dalam hatinya.

Namun namanya juga manusia dan bukan robot yang nggak ada capenya, Ridwan mulai merasakan tubuhnya mulai lelah. Dia memutuskan hanya ingin mengejar dua poin demi bonusnya dan setelah itu akan pulang ke rumah untuk istirahat.

Tiba-tiba “Tuit tuit!” aplikasinya menunjukkan orderan masuk lagi. “Ini yang terakhir ah, abis itu gue pulang. Badan pada pegel. Penumpang satu poin, tawarin Gopay aja satu poin. Pas dua poin, dapat bonus trus bisa pulang!” pikir Ridwan.
Maka Ridwan pun langsung menuju lokasi penjemputan.

“Mbak Nia, ke Statsiun Serpong ya?” tanya Ridwan.

“Iya!” kata si penumpang.

Kemudian Ridwan pun langsung memacu sepeda motornya menuju Statsiun Serpong. Sesekali Riwan mengajak ngobrol penumpangnya agar perjalanan jadi semakin cepat. Namun saat itu lalu lintar menuju Statsiun Serpong padat betul. Maklum dekat statsiun itu memang ada pasar.

“Wah, macet Mbak! Agak sabar ya, Mbak!”

“Iya,” jawab si penumpang datar.

“Emang kalau jam pulang kerja gini, Serpong macet banget ya, Mbak!” kata Riwan memecah keheningan.

“Iya,” jawab si penumpang tak menimpali panjang.

Tak terasa perjalanan pun telah sampai ke Statsiun Serpong. Kemudian si penumpang menyerahkan helm dan membayar ongkos sesuai tarif yang ada kepada Ridwan. Tapi karena Riwan udah niat menawarkan produk Gopay dari aplikatornya, dia segera bicara pada si penumpang.

“Mbak, bisa tolongin saya, nggak?”

“Tolongin apa?”

“Gini, Mbak! Tinggal satu poin lagi saya dapat bonus, bisa nggak Mbak isi saldo Gopay dari saya. Saya kasih murah deh, kan Mbak saya kasih saldo Rp 50.000. Mbak bayar Rp 40.000 aja,” kata Ridwan.

“Saya nggak mau,” kata si penumpang ketus sambil ngacir.

Karena penumpangnya nggak mau, terpaksa Riwan kembali mencari satu penumpang lain untuk memenuhi kouta bonusnya. Setelah itu barulah Ridwan pulang setelah mendapatkan bonusnya.

Keesokan harinya, Ridwan kaget karena aplikasinya telah disuspend oleh operator. Selidik punya selidik akhirnya, Ridwan tahu bahwa itu terjadi karena dia dituding memaksakan penjualan Gopay secara memaksa kepada penumpang. Dasar nasib lagi apes. (W2)