fbpx
BerOjol,

Driver Tukang Ngemil

Illustrasi Cemilan Ojek Online
Sumber : Kompasiana. Foto hanya ilustrasi.
Bagikan artikel seru ini...

Kali ini yang kami mau ceritakan adalah pengalaman seorang pelanggan ojek aplikasi yang cukup menggelikan. Sebut saja namanya, Dewi. Sebagai seorang pedagang online, Dewi kerap menggunakan jasa para ojek online ini untuk mengantarkan barang-barang pesanannya kepada klien-kliennya.

Hari itu seperti biasa dia memesan ojek online untuk mengirimkan kripik singkong buatannya ke sebuah daerah di bilangan Jakarta Selatan. Dua menit kemudian aplikasi di ponselnya sudah menunjukkan bahwa dia mendapatkan seorang driver, sebut saja Udin namanya. Aplikasi menyebutkan dalam waktu lima menit sang driver akan sampai.

“Pagi, Bu Dewi ya?” kata si driver ramah.
“Benar,” jawab Dewi.
“Mau kirim barang ya, Bu! Kripik singkong ya, ke arah Pasar Minggu, kan?” kata si driver.
“Iya, benar Mas! Ini barangnya!” kata Dewi sambil menyerahkan kripik singkong itu ke arah si driver sambil menyerahkan ongkos kirim barang tersebut.

Tak lama si driver pun segera mengirim barangnya dan tak sampai 30 menit dari aplikasi miliknya, Dewi sudah memastikan kripik singkong miliknya sudah sampai tujuan dengan selamat. Maka dia pun memberi penilaian sempurna untuk Udin.

Tiap hari Dewi pun melakukan aktivitasnya untuk mengantarkan barang pesanan kliennya menggunakan ojek berbasis aplikasi. Dan beberapa kali dia juga sempat memesan jasa si Udin.

“Wah, ketemu lagi, ya Bu!” kata si Udin sok akrab.
“Oh, iya Mas. Makasih loh, kemaren sudah ngantar kripik saya sampai tujuan. Ini ke arah Lenteng ya, Mas! Ini ongkos dan tipsnya,” kata Dewi.

“Wah, makasih loh, Bu!” kata Udin sambil merangkapkan tangannya dan ngeloyor pergi ke rumah klien Bu Dewi untuk mengantarkan kripik singkong tadi. Dan dalam waktu singkat pesanan sukses sampai di tangan klien Bu Dewi.

Beberapa hari berselang Bu Dewi kembali menerima bahwa aplikasi telah memesankan jasa si Udin sebagai driver yang siap mengantarkan kripik singkong pesanan kliennya di daerah Buncit. “Eh, si Mas lagi! Ini yang ketiga kali ya, Mas!” kata Dewi mulai akrab.

“Iya, Bu! Kripik singkong kan? Rasa keju ya, Bu!” tanya si driver.

“Iya, Mas! Kok tahu?” tanya Dewi kaget.

“Iya, kemaren saya dibagi satu sama Mbak Ine, yang pesan dari Ibu. Ternyata isteri saya doyan, kalau boleh saya mau beli satu kantong, bisa Bu? Soalnya saya suka ngemil! Harganya berapaan ya, Bu?” kata si driver.

“Oh, iya ya Mas! Harganya Rp 25.000 per bungkus,” jawab Dewi.

“Wah, mahal ya, Bu! Ah nggak jadi deh Bu, uang saya belum cukup. Maklum baru narik,” kata si driver ojek lugu ini dengan raut muka agak kecewa.

“O iya, nggak apa-apa, Mas! Sebentar ya, saya ambil kripik singkong yang mau diantar,” kata Dewi yang langsung masuk ke dalam.

Tak lama Dewi sudah keluar sambil membawa satu kardus aqua kripik singkong dan sebuah kantong kresek warna hitam.

“Ini pesanannya, Mas! Dan ini buat Mas dan isteri, anggap aja ini sebagai uang tips dari saya!” kata Dewi sambil menyerahkan ongkos antar kripik tadi.
“Aduh, Bu! Besok saya beli saja. Jangan repot-repot, tadi saya Cuma iseng kok!” kata sang driver.
“Udah Mas, saya iklas kok. Anggap aja ini sampel!” kata Dewi sambil tersenyum.

Si driver ojol itu tampak gembira dapat kripik singkong rasa keju dari kliennya. Apalagi Udin ini memang terkenal sebagai driver ojol yang gemar ngemil. (w2)