fbpx
BerOjol, Headline,

Gara-gara Kucing

gara2 kucing
ilustrasi foto : Gossip Hitz
Bagikan artikel seru ini...

Namanya kehidupan susah maupun senang yah harus terus dijalani dengan iklas, jangan sampai menyerah oleh keadaan. Apalagi jika kita kaitan dengan yang namanya mencari nafkah, susah senang memang harus dilalui, begitu juga dengan para driver ojek online (Ojol).

Ada kalanya kita narik bisa gacor (lancar alias banyak order), tapi ada kalanya juga akan mengalami masa-masa anyep (sepi penumpang). Namun yang namanya perjuangan memang tak boleh setengah-tengah. Sebab para driver harus tahu bahwa segala pekerjaan pasti punya resiko.

Seperti yang dialami oleh Hendra, sebut saja begitu. Dulu ketika dia masih bergabung dengan aplikator ojek online yang sudah menutup operasionalnya, dia pernah mengalami beberapa kali nasib naas. Ada saja masalah yang dia hadapi kala mencari rezeki halal untuk keluarganya.

Hari itu seperti biasa dia mulai ngebit dari sejak pagi hingga sore hari baru kembali. Biar kondisi motornya tetap prima, begitu alasan Hendra. Kebetulan siang itu dia mendapat penumpang di wilayah Koja, Jakarta Utara. Sebagai seorang driver yang baik, dia pun langsung mengambil orderan itu dan mengantar penumpangnya sampai tujuan.

Pulang mengantar penumpang, Hendra pun tidak langsung ngacir dengan cepat. Mungkin dia hanya melarikan motornya dengan kecepatan sedang-sedang saja. Dia sambil menengok kiri dan kanan sambil berharap dapat orderan selanjutnya saat itu.
Mungkin karena tengok kiri dan kanan, dia agak lega. Persis ketika melintas dekat Rumah Sakit Koja, tiba-tiba ada seekor kucing melintas cepat di depannya. Melihat gerakan kucing yang berlari kencang, Hendra pun tak mau menabarak kucing itu.

Dia mencoba menghidar dan secara reflex membanting stang ke kiri untuk menghindari sang kucing. Tapi naas, kucing berhasil terhindar dari kecelakaan fatal, Hendra sendiri malah nyunsep (jatuh) ke dalam selokan yang ada di sana.

Beberapa orang driver ojol yang melintas dan penduduk sekitar berusaha menolong Hendra. Mereka pun segera mengangkat motor Hendra kembali naik ke atas jalanan. Setelah motornya terangkat, sejumlah penolong malah merasa keheranan karena bukan naik dari selokan, Hendra malah sibuk sendiri. Dia asyik mengobok-obok selokan tempatnya terjatuh.

“Hai Mas, ayo naik. Sini saya bantu!” kata seorang driver yang kebetulan melintas.

“Nanti dulu Mas, saya di sini dulu!” kata Hendra.

“Emang kenapa, Mas?” seru driver tadi.

“Saya cari handphone. Itu handphone bukan punya saya, tapi punya anak saya!” jawab Hendra.

Karena kasihan seorang driver ojol yang memang sudah keburu nyebur untuk menolong Hendra, kemudian terpaksa membantunya mencari handphone itu. Hampir setengah jam, akhirnya handphone Hendra ketemu dan dia sangat girang. Pahadal Handphonenya itu pasti juga sudah mati karena kerendam cukup lama.

Setelah berada di atas, Hendra pun kebingungan karena tak Cuma handphonenya yang mati tapi motornya juga ikut mati. Beruntung seorang driver ojol kemudian membantu Hendra dengan mendorong (menstub) motornya sampai ke bengkel terdekat.Ya, namanya juga lagi apes. (A3)