fbpx
BerOjol,

Gara-gara Salah Titik

Daoln7eVwAADfLK
Illustrasi Foto: Twitter
Bagikan artikel seru ini...

Mending ketemu ibu-ibu sen kanan belok ke kiri dari pada udah muter-muter cari alamat ujung-ujungnya dicancel. Ciutan kecil di atas terlontar dari mulut Driver Ojol bernama Made (39), yang sudah 2 tahun lebih merasakan getirnya mengais rezeki di jalanan Ibu Kota Jakarta.

Ceritanya saat itu Made sedang asyik ngopi sambil nyemil bakwan goreng. Tiba-tiba  ada orderan masuk, penumpangnya minta dijemput di Jalan Komplek Pemda. Karena merasa tak tahu jalan, maka Made menggunakan maps supaya nggak nyasar. Setelah muter-muter 5 menit di dalam kompleks, sampailah Made di lokasi penjemputan sesuai dengan petunjuk google maps. Tapi saat dihubungi, si penumpang menyatakan bahwa rumahnya masih agak jauh dari lokasi yang ada di Maps.

Setelah jalan sebentar, tiba-tiba si Costumer telepon, “Bapak dimana?”

“Saya ada di depan rumah No 27 Komplek Pemda, Ibu dimana?”

“Saya didepan rumah yang pagar warna hitam tembok merah, kalo dari lokasi bapak itu saya di sebelah kiri yah, Bapak maju lagi sedikit saya di depan rumah,” kata si ibu.

“Ohh ok saya maju dikit yah, sampe ketemu tembok merah pager hitam,” kata Made sambil terus menelepon dan jalan perlahan dengan sepeda motornya.

Namun setelah muter di blok yang sama, dia tidak mendapati rumah bertembok merah seperti yang dijelaskan si costumer. Maka akhirnya, Made menelepone kembali si ibu.

“Hallo Bu, ini saya udah muter-muter di blok yang alamat ibu kasih, tapi saya enggak ketemu rumah yang tembok merah pager hitam? Nomer rumah Ibu, berapa?”

“Ini saya di depan rumah yang pager hitam, tembok merah Pak. Saya udah tunggu 10 menit loh!”

“Iya Bu, saya udah muter blok ini dua kali, tapi nggak ada rumah tembok merah pager hitam!” kata Made membela diri.

Dan tak lama panggilan telephone terputus.

“Hallo halloo..? Lahh kok mati??”

Maka Made pun berinisiatif akan muter sekali lagi untuk mencari rumah si ibu yang memesan jasanya. Namun baru saja Made akan menggas motornya, tiba-tiba aplikasinya berbunyi tanda orderannya sudah dicancel.

“Sialll… kampret malah dicancel! Dia yang salah ngasih titik, gue yang rugi!” gerutu Made¬† kesal. (A3)