BerOjol,

Hampir Terlindas Truk

ojol vs truk
ilustrasi foto : Gossip Hitz
Bagikan artikel seru ini...

Namanya cari duit di jalan kaya, ada banyak resiko yang dihadapi para driver ojek online (ojol). Kadang nyawa juga bisa jadi taruhan dalam mengais rejeki seperti yang dialami oleh seorang driver ojol bernama Satrio. Dia hampir terlindas truk saat sedang ngebit.

Seperti biasa, Satrio narik ojol dengan penuh semangat. Maklum hidup di Jakarta dengan membiayai dua anak yang masih sekolah di Jakarta, tentu memerlukan biaya yang tidak sedikit.

Pagi itu Satrio mendapat order ke arah kampus UKI, Cawang. Maka dengan sigap Satrio mengantar penumpangnya itu. Singkat cerita, Satrio sudah dapat menyelesaikan ordernya dan berniat mencari orderan selanjutnya.

Saat dia sedang berada di Cililitan, Jakarta Timur, Satrio bermaksud masuk ke underpass. Tapi gara-gara dia tidak menjaga jarak dengan mobil di depannya, dia tidak melihat ketika ada lobang di depan matanya.
Maka tak amapun lagi, roda depan motornya masuk ke dalam lubang dan Satrio mental dari motor. Saat itu motornya terpelanting ke kanan, sementara Satrio terpental ke kiri.

Celakanya, ibarat sudah jatuh tertimpa tangga, pas di belakang Satrio ada truk konteiner sedang melaju kencang. Untung saat itu pengemudi truk yang sedang kosong itu melihat Satrio yang tergeletak di tengah jalan. Dia pun cepat-cepat ngerem mendadak.

“Aduh untung si sopir bisa ngerem, kalo nggak bisa ngerem karena bawa barang berat, gue udah padti jadi bubur nih. Apalagi punggung gue pas dikit lagi kena roda depan truk,” pikir Satrio.

Si supir truk segera turun sambil bertanya kondisi Satrio. Saat itu Satrio mengalami luka lecet-lecet pada kakinya. Sementara motornya mengalami masalah pada bagian stangnya.

“Abang bener, nggak apa-apa!” kata si sopir truk.

“Iya, nggak apa-apa! Terima kasih ya, Bang, tadi sempat ngerem. Kalo nggak ane udah jadi bubur karenaterlindas ban mobil Abang yang gede,” kata Satrio sambil meringis menahan sakit.

“Ya udah, Bang. Saya mau jalan dulu ya!” kata si sopir truk sambil meninggalkan Satrio yang sudah berjalan kesakitan menuju motornya.

Namun ya itu, karena memang butuh uang yang banyak untuk hidup di Kota Metropolitan, Satrio pun masih tetap ngebit sampe malam walau stang motornya udah miring ke ke kanan. Dia baru berhenti ngebit setelah badannya terasa sakit banget karena mulai bengkak.

Itulah sedikit dari kisah perjuangangan seorang driver ojol di jalanan yang penuh resiko yang besar. Jadi masihkan kita menganggap remeh perjuangan mereka untuk mendapatkan rejeki yang halal bagi keluarganya? (A3)