fbpx
BerOjol,

Jadi Korban Hipnotis

Hipnotis
Foto Ilustrasi. Dok : Youtube
Bagikan artikel seru ini...

Seperti hari-hari biasanya, pagi itu Anto (40) bersiap-siap menjalankan aktivitas rutinnya, sebagai driver ojek online. Motor kesayangannya dipersiapkannya serapi mungkin. Mesin dicek biar nggak ngambek. Helm dibersihkan supaya penumpang nggak komplain karena bau. Jaket pun sudah rapi disetrika sambil ditaburi pengharum pakaian, agar penumpang tidak tutup hidung saat dibonceng.

Moga-moga aja lancar hari ini, banyak orderan,” kata Anto kepada istrinya sebelum narik di hari itu.

Amin, semoga banyak rezeki, Pak,” ujar istrinya dengan senyum mengembang. Apalagi di saat yang bersamaan, aplikasi di ponsel Anto berdering, tanda orderan pertama masuk.

Tanpa menunggu lama, Anto meninggalkan rumahnya di bilangan Depok, dengan hati senang, motornya menuju tempat order pertamanya, di sekitar Stasiun Depok. Ia lalu mengantar penumpangnya ke tempat tujuan. Setelah order pertama itu, mengalir order berikutnya. Anto senang hingga siang menjelang order terus berdatangan.

Saatnya makan siang, Anto melajukan motornya ke sebuah warung, di sekitar Lenteng Agung.

Perut udah keroncongan nih, laper. Istirahat dulu ah, makan siang sambil ngopi,” kata Anto yang kemudian menuju warung pinggir jalan.

Ia meminggirkan motornya kemudian parkir di depan warung makan yang terbilang sederhana, tapi bersih itu. Lumayanlah buat kocek para driver.

Siang, Bu. Pesan nasi soto sama kopi ya,” ucap Anto kepada penjualnya.

Nasinya satu atau setengah, Mas,” kata penjualnya.

Satu, Bu. Laper banget nih,” jawab Anto. “Tumben sepi, Bu. Biasanya sudah ada yang makan siang,” lanjut Anto.

Oh, sudah pada makan siang tadi, terus narik lagi, Mas,” jawab yang punya warung.

Tak berapa lama, nasi soto dan kopi pesanan Anto sudah siap disantap. Wah, melihat nasi dengan kuah sotonya yang segar, selera makan Anto semakin besar. Ia dengan lahap menyantap menu makan siangnya itu.

Tiba-tiba, datang seseorang dari belakang Anto. Orang itu menepuk pundak Anto. Driver salah satu ojek berbasis aplikasi ini pun menoleh dan menatap mata si penepuk pundak.

Minta kunci motornya, Mas,” kata si penepuk pundak.

Tanpa bicara sepatah kata pun, Anto menuruti kemauan orang tersebut. Ia memberikan kunci motornya. Si penepuk pundak itu pun segera mengambil kunci motor Anto. Ia lalu berjalan tenang menuju motor Anto, menghidupkannya, dan membawa kabur motor itu.

Tak berapa lama, ekspresi Anto berubah drastis. Dari yang tadinya menuruti kehendak si penepuk pundak, tiba-tiba berubah menjadi histeris.

Motor saya dibawa kabur!” teriak Anto seketika.

Si penjual nasi pinggir jalan pun kaget mendengar teriakan Anto. Beberapa orang yang ada di sekitar warung itu juga bergegas menuju tempat Anto berteriak, tapi nasi sudah menjadi bubur. Motor sudah dibawa kabur.

Betapa sedihnya driver ojek online itu. Maksud hati mencari nafkah, motor malah raib. Nasi soto yang segar itu seakan tak kuasa menyegarkan badannya. Kopi manis itu pun juga seakan berubah tiba-tiba menjadi pahit, sepahit pengalamannya dihipnotis di siang bolong. (h1)