fbpx
BerOjol,

Jadi Langganan Karena Kasihan

nunggu penumpang
ilustrasi foto : Gossip Hitz
Bagikan artikel seru ini...

Jiwa sosial seorang driver ojek online (ojol) terkadang bisa membuat haru kita yang melihat. Bagaimana tidak, di sela-sela tumpukan masalah dan beratnya kehidupan mereka di jalanan, terkadang para driver ojek online masih saja sempat menolong orang lain meskipun dengan begitu banyak waktunya yang terbuang percuma.

Seperti driver ojol ini. Sebuah saja, Andri (34). Pria yang sudah menggeluti dunia perojolan selama 6 bulan ini punya pengalaman mengharukan bersama seorang customernya. Kisahnya bermula ketika Andri mendapat pesanan order dari seorang wanita di kawasan Cipondoh, Tangerang.

Saat itu Andri pun bergegas menuju ke rumah tersebut. Ternyata saat itu si pemesan yang bernama Tari memesan ojol untuk mengantar ayahnya yang tua untuk pergi ke RSUD Tangerang. Keperluannya untuk teapi bagi ayahnya yang sudah dibilang renta itu.

“Mas,tolong antar ayah saya ke rumah sakit ya! Saya banyak urusan, jadi nggak bisa ngantar. Kalau bisa sekalian tungguin, nanti ongkosnya saya tambahin,” kata Tari.

“Oh iya, Mbak. Terapinya lama nggak?” tanya Andri.

“Nggak, paling satu jam. Bagaimana, mau?”

“Ya udah, dah! Kasihan si bapak, udah tua!” kata Andri.

“Terima kasih ya, Mas!” kata si customer sambil sambil menyerahkan uang Rp 50.000 pada si driver.

Maka Andri pun mengantar ayah customernya menuju rumah sakit. Dalam perjalanan, si kakek bertanya pada Andri.

“Mas, gimana narik ojek online lumayan?” tanya si bapak.

“Ya, begitulah Pak. Namanya di jalanan, kadang sepi kadang ramai,” jawab Andri. “Bapak sendiri mau terapi apa, Pak?”

“Oh, saya ini udah tua. Jadi ada gangguan syaraf. Tiap minggu saya ke sini, selalu diantar ojek online!” kata si kakek.

“Loh, emang Bapak nggak pernah diantar anak?” tanya Andri.

“Anak saya ada enam, Mas! Tapi sibuk semua, sejak ibu nggak ada, saya kemana-mana sendiri!Kadang saya suka iri dengan beberapa teman di tempat terapi, mereka kadang diantar anaknya, kadang cucunya. Eh, saya diantar tukang ojek online. Kadang kalau tukang ojeknya nggak mau nunggu, saya harus nunggu lama karena kadang nggak dapat driver kata anak saya!” jawab si kakek.

Mendengar itu, Andri jadi terharu. Dia teringat bapak yang sudah meninggal. “Aduh, gue aja nyesel belum sempat ngasih apa-apa sama bapak gue yang udah meninggal. Ini masih ada orang tua disia-sia, padahal dulu waktu kecil kita suka nyusahin orang tua,” kata Andri membatin.

Karena merasa kasihan, Andri pun menawarkan diri pada si kakek. “Pak, gini aja. Mulai besok Bapak bilang aja sama anak Bapak, saya akan anter jemput Bapak tiap minggu ke RSU ini. Nggak usah cari-dari driver lain,” kata si Andri.

“Benar, Mas? Nanti saya bilang anak saya, biar saya jadi langganan Mas, ya! Nanti saya bilang juga, biar Mas dikasih lebihan, kan cape nunggu saya!” kata si kakek.

“Udah, Pak. Saya ikhlas!” kata Andri. (W2)