BerOjol, Headline,

Kesasar Gara-gara Penumpang

Illustrasi Ojol Kesasar
Sumber : Rancah Post. Foto hanya ilustrasi
Bagikan artikel seru ini...

Sebagai seorang driver yang berpengalaman, Gibran (31) sebut aja begitu tentu sudah paham benar dengan seluk-beluk Kota Jakarta. Karena selama menjalani profesinya sebagai seorang driver ojek berbasis aplikasi, yang namanya berkeliling-keliling Jakarta bukanlah “barang baru” baginya.

Bukan hanya jalan-jalan protokol yang harus dilintasi, jalan kampung bahkan gang-gang kecil dan sempit pun terkadang harus dia terabas hanya untuk mempertebal koceknya.

Suatu hari Gibran mendapat order dari seorang cewe cantik yang berasal dari sebuah perkantoran di kawasan Jakarta Selatan. Sang penumpang cewe minta diantar ke Jalan Siaga, Kawasan Pasar Minggu, Jakarta Selatan. Karena sudah merasa hafal betul dengan kawasan Pasar Minggu langsung saja Gibran tancap gas menuju kawasan itu.

Dengan bermodalkan pengalaman mengarungi Jakarta dan google map di tangan, Gibran segera menuju alamat yang dimaksud. Singkat cerita, sampailah Gibran dan si penumpang cewe di Jalan Siaga seperti yang ditunjukkan oleh “mbah google”.

Dimulailah Perjalanan Berliku

“Sudah sampai, Mbak!” kata Gibran memberi tahu si mbak-mbak yang jadi costumernya.

“Kayanya bukan di sini, deh Mas!” kata si mbak ragu.

“Benar Mbak, ini Jalan Siaga, Pasar Minggu. Kan tadi Mbak yang tulis alamat dan titik di google mapnya memang di sini,” kata sang driver mencoba meyakinkan.

“Ah, kayanya bukan di sini deh Mas. Masih ke sana lagi,” kata sang penumpang penuh keyakinan.

“Ya sudah, Mbak saya antar ke sana. Tapi saya selesaikan dulu ordernya di sini, nanti baru saya anter Mbak ke sana. Mbak nggak perlu nambah ongkos lagi, bagaimana?” saran Gibran.

“Ya, sudah!” jawab si mbak yang bersedia mengakhiri ordernya di lokasi itu.

Kemudian Gibran mempersilakan si mbak naik lagi dengan syarat si cewe costumer yang menjadi penunjuk jalan. Kemudian perjalanan dengan petunjuk si mbak pun di mulai.

“Belok kanan, Mas!” kata si mbak.

Dengan sabar sang driver mengikuti petunjuk itu, tiba-tiba si mbak memberi perintah, “Belok kiri, Mas!”. Tak lama si penumpang minta belok kiri, belok kanan, belok kiri lagi, ke kanan lagi. Tiba-tiba Gibran dan si mbak berhenti di pinggir kali dan tak ada jalan lagi.

“Loh, kok sampai sini ya, Mbak? Gimana kita lompatin kali itu?” kata Gibran yang mau ketawa karena melihat wajah penumpangnya kebingungan.

“Kayanya, salah jalan deh Mas. Ya udah balik lagi ke tempat tadi aja deh!” jawab si mbak pasrah.

Karena kasihan, Gibran pun mengantar si penumpang cewe kembali ke titik perhentian awal. Sebagai driver pasti Gibran merasa kesal dengan penumpang sok tahu ini, tapi sebagai driver profesional, Gibran tetap menjunjung tinggi prinsip “penumpang adalah raja (yang kesasar)”, walau mungkin ada umpatan dalam hati, penumpang nggak tahu jalan kok sok tahu! (A3)