fbpx
BerOjol,

Ketika Driver Ojol Jadi Pahlawan

ojol jadi pahlawan
ilustrasi foto : Gossip Hitz
Bagikan artikel seru ini...

Siapa pun bisa jadi pahlawan. Sebab seperti dikutip dari Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), yang dimaksud pahlawan adalah orang yang memiliki sifatke pahlawanan (seperti keberanian, keperkasaan, kerelaan berkorban, dan ksatria). Jadi pahlawan tak melulu bicara soal orang yang berjuang medan peperangan.

Nah, gelar “pahlawan” ini pun mungkin saja disematkan kepada seorang driver ojol bernama Niko (25). Hal ini karena sang driver ojek online ini dengan berani dan sigap menolong korban kebakaran di Jalan Raya Rawa Bambu, Pasar Minggu RT 07/ 03, Jakarta Selatan beberapa waktu lalu.

Peristiwa itu bermula saat Niko yang sudah seharian ngebit (narik) berniat hendak pulang ke rumahnya untuk beristirahat. “Ah, udah malam nih. Balik ah,” pikir Niko kala itu.

Kemudian dengan menaiki motornya, Niko segera pulang menuju rumahnya yang berada di kawasan Depok, Jawa Barat. Namun pas melintas di Jalan Raya Rawa Bambu, Pasar Minggu, tiba-tiba Niko dikagetkan oleh suara orang yang berteriak minta tolong.
Yang minta berteriak minta tolong itu seorang pria. “Tolong-tolong, kebakaran! Kebakaran!” teriak pria itu berharap pertolongan dari orang-orang yang kebetulan melintas di kawasan itu.

Mendengar teriakan itu, sontak Niko pun menepikan motornya. Saat itu dia melihat kebakaran sudah melibatkan satu rumah pribadi,satu rumah makan sederhana, satu bengkel tambal ban dan sebuah klinik kecil. Api juga sudah membumbung sangat besar.
Melihat penghuni rumah itu panik karena “si jago merah” terus membakar rumahnya dan dengan cepat sudah membesar. Pria itu panik karena meski banyak orang yang menonton, mereka tak beranjak sama sekali. Mungkin mereka tak berani menolong karena memang api sudah cukup besar.

Tiba-tiba naluri menolong Niko berkobar-kobar. Dia pun langsung menolong si pemilik rumah makan sederhana membopong barang-barangnya yang bisa dibawa keluar dari warung makannya. Niko menerobos asap hitam dan mulai mengambil apapun yang bisa diselamatkan seperti bangku, kulkas, televisi dan etalese warung dan lain-lain. Namun apa daya, api bergerak lebih cepat dan membuat Niko tidak mampu lagi masuk untuk mengeluarkan barang-barang yang lain.

Meski sudah cukup lelah menolong si pemilik warung, tiba-tiba Niko terhenyak ketika melihat klinik kecil yang berada tak jauh dari warung itu mulai dirembeti oleh api. Maka tanpa pikir panjang, Niko segera membopong pasien yang sakit dan langsung menolong pasien lain untuk keluar dari klinik.

Beruntung kemudian pemadam kebakaran segera datang untuk membantu memadamkan api yang berkobar-kobar dan menghanguskan rumah dan rumah makan dan bengkel yang ada di sampingnya. Setelah berjibaku melawan kobaran api, tim pemadam kebakaran sendiri berhasil memadamkan api.

Sementara Niko pun yang berhasil menolong sejumlah pasien mengaku Cuma reflek memberi pertolongan kepada para pasien dan si lelaki yang meminta tolong. Dia pun tak pernah berpikir untuk menjadi seorang pahlawan dalam peristiwa itu.

“Saya habis narik baru mau pulang tiba-tiba ada yang teriak minta tolong karena ada kebakaran. Saat itu saya lihat belum ada orang yang menolong, yah spontan saja saya langsung masuk ke dalam membantu mengeluarkan barang-barang dan berusaha menyelamatkan apa yang bisa saya selamatkan,” cerita Niko kepada penulis.

Apa yang dilakukan oleh Niko ini paling tidak bisa menunjukkan bahwa seorang pahlawan tak hanya bicara soal memperjuangkan kemerdekaan sebuah negeri, tapi bisa juga dengan cara membantu orang-orang di sekitar kita tanpa memandang suku, ras atau agamanya. (A3)