fbpx
BerOjol, Headline,

Menggoda Penumpang Latah

penumpang latah
ilustrasi foto : gossip Hitz
Bagikan artikel seru ini...

Dari ribuan penumpang yang pernah dianter jemput para driver, kalo bicara penumpang judes, banyak ngeselin, melo bahkan “bening” pastilah banyak didapatkan. Tapi bagaimana kalo dapat penumpang yang latahnya enggak terkontrol.

Pengalaman ini diperoleh Edwin (33) yang sudah cukup lama menjadi seorang Driver Ojrk Online (Ojol). Kisahnya ketika Edwin mendapatkan seorang penumpang bapak-bapak. Mulanya Edwin nggak sadar kalau penumpangnya itu latah, maka Edwin pun narik seperti biasa.

Namun Edwin kaget saat dia mengerem mendadak, si bapak teriak, “Eh monyet lu, eh monyet lu!” Saat itu Edwin hanya berpikir si bapak bercanda denannya, tapi kok setiap motornya tersentak, si penumpang kembali teriak yang sama.

“Bapak kenapa? Latah atau kaget?” tanya Edwin.

“Iya eh iya. Saya sejak lulus SMA 7 tahun lalu jadi begini gara-gara sering dikagetin teman-teman,” jawab si penumpang sambil main hp.

“Oahh berarti bukan latah bawaan dari lahir ya, Pak?”

“Iya enggak. Iya enggak dari lahir!” sahutnya.

Dan saking asyiknya mereka ngobrol Edwin tak sengaja mengenai polisi tidur dan brakkk!

“Eehhh taiii lu ehkuningg eh kotokkk, apaan tuhhh ehh apaann tuhh Bangg?”

“Ha ha ha, maaf Pak, enggak lihat ada polisi tidur!”

“Iya nggak apa-apa, saya cuma kaget!” jawab si penumpang.

Saat di lampu merah dan semua kendaraan sedang berhenti dan posisi Edwin berhenti persis di depan zebra cross. Tiba-tiba ada pejalan kaki yang merasa jalannya terhalang oleh motor Edwin dan pejalan kaki itu sontak memukul speedometer motor Edwin.

“Wooii, mundur! Gua nggak bisa lewat!”

“Mundurr eh mundur,  eh marah eh dia marah, maaf bang eh mundur. Udeh mundur Bang, kita yang salahh ehh kitaa eh kita yang mundur!”

Latahan si penumpang sontak membuat si pejalan kaki yang tadi marah menjadi tertawa.

Selama di perjalanan Edwin tak berhenti tertawa kecil dan sesekali tertawa geli mendengar latahan si penumpang yang konyol itu.

“Bang udah dong, jangan ketawain saya melulu. Bawa motornya yang bener, dikit lagi kita belok kanan terus lurus udeh kita sampe!” kata si penumpang.

“Iya, Pak! Maaf. Tapi itung-itung Bapak lagi ibadah buat orang ketawa!” jawab Edwin.

Singkat cerita mereka pun sampai di lokasi pengantaran. “Berapa, Bang? Eh berapa Bang!”

“16 ribu, Pak”

“Nihh 20 ribu ambil aja kembaliannya,” kata si penumpang.

“Allhamdulilahh terima kasih Pak, semoga jadi berkah buat Bapak juga yah!” kata si Edwin. Tak lama si Edwin iseng ngegeber motornya dengan kencang, “Bbreengggg….!!!breengg!!”

“Tokek, ehhh Cicakk! Eh iya suara motor!” kata si penumpang. (A3)