BerOjol, Headline,

Naiknya Gimana?

duduknya gimana
ilustrasi foto : Gossip Hitz
Bagikan artikel seru ini...

Pagi itu bu Ester sedang sibuk-sibuknya, karena ada acara temannya mau kawinan siang harinya. Pagi-pagi dia sudah sibuk pilih-pilih pakaian yang akan dikenakannya di acara milik sahabatnya itu.

“Wah ini aja deh, kebaya warna hijau ok punya nih! Biar aku bisa ke salon dulu. Nanti sekitar jam 10 an baru jalan langsung dari salon menuju kantor untuk ngumpul bareng teman-teman,” kata bu Ester dalam hati.

Kemudian dia pun minta diantar suaminya pergi ke salon. “Pi, anter ke salon dong. Nanti habis itu Papi boleh pulang, biar aku nanti naik taksi online aja ke kantornya,” kata Ester pada suaminya.

“Ok,” kata sang suami dengan sigap.

Singkat cerita bu Ester diantar suaminya sampai salon dan kemudian dia mulai asyik dengan rutinitas salonnya. Dia benar-benar mau tampil cantik dengan kebaya pilihannya.

“Pasang sanggulnya yang bagus ya mbak! Ini soalnya kawinan sahabat saya,” tutur bu Ester.

“Ok Bu, pokoknya kami akan buat penampilan Ibu jadi berbeda hari ini,” tutur pegawai salon.

Maka segala aktivitas rias merias pun dilakukan. Dari mulai make up wajah, hingga akhirnya pasang sanggul sudah dijalankan. Tiba-tiba, sebuah pesan Whats Up meluncur ke telepon selular miliknya.

“Mbak, cepatan ya. Ini pak bos, udah sampai. Dia juga mau ikut bareng kita,” kata Angel, teman kantornya lewat aplikasi WA.

“Oh, ok. Aku segera meluncur!” balas Ester yang panik karena baru sadar hari sudah siang.

Kemudian dia segera bertanya pada pegawai salon, “Masih lama, Mbak?”

“Sepuluh menit lagi, Bu!” jawab si tukang salon.

“Wah celaka, Mas Bimo bikin ribet aja deh. Katanya kemaren nggak ikut, eh tiba-tiba muncul,” kata Ester menggerutu dalam hati karena dapat kabar kalau Mas Bimo, atasannya tiba-tiba muncul ingin ikut rombongan yang akan berangkat ke kondangan sahabatnya.

“Sudah selesai Bu!” kata si pegawai salon.

Ester pun bergegas pergi kekasir dan segera membayarkan sejumlah uang untuk jasa salonnya. Kemudian dia berpikir harus segera mengejar waktu. “Wah, kalau naik taksi online bisa agak lama nih. Ya udah deh, naik ojek online aja. Untung, kantor gue deket, jadi nggak pake helm juga nggak apa-apa! Kalau nggak rusak semua sanggul gue, he he he,” kata Ester dalam hati.

Kemudian dia pun bergegas memesan ojek online dari ponsel miliknya. Selang satu menit, aplikator ojek onlinenya sudah menyatakan mendapatkan seorang driver yang sesuai dengan kebutuhan bu Ester dan si driver akan menjemputnya dalam hitungan waktu dua menit.

Baru saja Ester duduk sebentar di bangku tunggu, tiba-tiba telepon selularnya berbunyi. Saat diangkat terdengar suara dari seberang,

“Bu Ester, saya Roni, driver yang jemput Ibu di salon Angrek. Ibu ada di mana?”

“Ok, Mas. Saya keluar!” kata Ester yang bergegas keluar.

Namun Ester kaget karena saat itu dia melihat motor si driver ada papan iklannya di belakang joknya. “Wah, Mas saya mau naik gimana ini. Saya kan, pakai kebaya?” celoteh Ester.

“Ya, duduk nyamping Bu. Masa mau nyemplak!” kata si driver.

Ester pun baru sadar dan tertawa karena kebodohannya. Dia baru sadar karena dia pakai kebaya dan tak mungkin duduk nyemplak seperti kalau dia pakai celana panjang. (W2)