fbpx
BerOjol,

Narik Sebentar Tipnya Besar

0942d1df-45a4-4413-ae15-a475edd5835a
illustrasi foto: Gossip Hitz
Bagikan artikel seru ini...

Makin lama seseorang menjadi driver ojek online (Ojol) makin banyak pula pengalaman dan kisah yang dia alami. Seperti yang dialami oleh driver bernama Putera ini, dia punya pengalaman seru dengan narik sebentar tapi tipnya besar banget.

Kisahnya bermula ketika dia mendapat penumpang untuk diantar ke kawasan perkantoran Sudirman. Penumpangnya, seorang penumpang usia paruh baya dari Stasiun Karet, Jakarta.

Saat dijemput, si penumpang memang terlihat banyak ngobrol dengan Putera.

“udah lama, narik Mas?” tanya si penumpang.

“Lumayan, udah dua tahun Pak!” kata si driver.

“Gimana, kondisi narik sekarang, ramai?”

“Ya, namanya orang di jalan, Pak. Kadang ramai, kadang sepi! Tapi sekarang seringan sepi,” kata si driver.

Kemudian di penumpang cerita bahwa dirinya dulu juga pernah menjadi driver Ojol selama hampir dua tahun.Dia mengaku dari pengalamannya narik, dia berhasil kerja di sebuah kantor cukup elit di Jakarta. Walau pendidikannya hanyalah sampai Sekolah Dasar doang.

“Saya cuma lulusan SD, Mas, dulu kerja juga serabutan dan terakhir jadi driver ojol. Eh emang rejeki ditawari kerja di sebuah perusahaan sampai sekarang. Kuncinya ya harus bersyukur, anak zaman sekarang jarang mau bersyukur. Adanya ngeluh terus,” katanya.

“Iya, ya Pak! Bapak tahun berapa datang di Jakarta?” timpal Putera.

“Saya sudah di Jakarta sejak 1999, setelah kerusuhan saya baru dateng ke Jakarta!”

“Ohh,yahh kira-kira sudah 19 tahunlah yah Pak?”

“Kurang lebih seperti itu Mas, saya banyak kerja serabutan karena cuma modal nekat, ya terpaksa kerja apa aja yang penting halal. Sampai akhirnya jadi driver dan jadi karyawan kaya sekarang,” katanya.

“Wah keren, Pak. Ini bisa menginsiprasi saya,” kata Putera.

“Asal mau kerja keras pasti bisa, jangan banyak ngeluh,” nasihatnya.

Tak terasa perjalanan pun telah mendekati garis finish. Ketika tiba di sebuah bangunan megah, si penumpang menepuk pundak Putera. “Mas, Mas di sini aja. Tadi berapa argonya?” tanya si penumpang.

“Rp 19.000, Pak!” sahut sang driver.

“Oh, ok. Ini kembaliannya ambil aja!” kata si pria itu sambil menyerahkan uang yang sudah dilipat ke saku Putera dan menyerahkan helmnya.

“Ok Pak, makasih ya!” kata Putera sambil melambaikan tangannya.

Saat hendak cabut, Putera mencoba merogoh sakunya dan dia kaget karena dari argo sebesar Rp 19.000, si bapak ngasih uang Rp 50.000. “Busyet, rejeki nomplok ini mah. Argo Rp 19.000 dikasih Rp 50.000. Ya yang namanya rejeki Tuhan itu emang enggak terduga. Mungkin karena si bapak pernah ngerasain susahnya jadi driver, dia ngasih tip gede gini,” pikir si Putera. (A3)