fbpx
BerOjol, Headline,

Nggak Sadar Punya Deposit Rp 5 Juta

uang wasatha
ilustrasi foto : Wasatha
Bagikan artikel seru ini...

Menjelang Lebaran, banyak orang yang senang, tapi banyak juga yang sedih. Senang karena ada uang, jadi bisa mempersiapkan Lebaran dengan baik. Degdegan campur khawatir, dan juga pilu, jika Lebaran harus dirayakan dengan uang yang sangat tipis, bahkan minus.

Itu juga yang dialami Rohim (55) saat mempersiapkan Lebaran dua tahun lalu. Kantong kempes, hati pun waswas.
Siang itu, Rohim hendak mencari order. Tapi pikirannya butek. Menjelang Lebaran, istrinya terus bertanya dari mana uang untuk merayakan Lebaran, beli baju baru, beli makanan dan kue Lebaran, juga menyiapkan uang untuk anak-anak.

“Sebelum narik, mampir dulu dah ke kantor, pinjam uang pegawai di situ. Coba-coba, siapa tahu bisa,” kata Rohim sebelum cari order pagi itu.

Driver ojek online (ojol) yang sudah sejak awal ojol ada ini, kenal beberapa pegawai di kantor ojol tersebut.

“Moga-moga ada yang minjemin uang untuk Lebaran,” kata Rohim setelah sampai di kantor itu. Ia memarkirkan motornya lalu masuk ke dalam kantor.

“Eh, Pak Rohim, apa kabar?” tanya salah satu pegawainya.

“Kabar baik, Mas. Boleh kita ngobrol sebentar?” ucap Rohim sambil takut-takut dan malu.

“Oh, boleh, Pak, silakan. Ada yang bisa saya bantu?” kata mas pegawai itu ramah.

“Gini, Mas, kalau boleh saya mau pinjam uang untuk Lebaran. Uang saya habis nih untuk kebutuhan sehari-hari,” kata Rohim menceritakan maksud kedatangannya.

Mas pegawai itu kaget. “Ah, Pak Rohim becanda, nih,” ucap si masnya.

“Benar, Mas, saya nggak becanda,” Rohim agak bingung dengan respons si mas pegawai ojol itu.

“Coba saya lihat Hp Pak Rohim,” kata si mas itu.

Rohim pun memberikan ponsel jadulnya itu. Ponsel itulah yang selama beberapa tahun ini menemaninya nyari rezeki. Ia tidak pernah ganti ponsel juga tidak pernah update aplikasi ojolnya, dari awal dia narik sampai saat ini.
Si mas pegawai itu kemudian memeriksa ponsel Rohim.

“Nih, Pak, lihat. Bapak punya uang Rp 5 juta di deposit. Masak Bapak nggak tahu?” si mas pegawai memperlihatkan layar ponsel itu kepada Rohim. Tertera angka 5.000.000 rupiah.

“Ah, yang bener, Mas? Uang dari mana?” tanya Rohim bingung.

“Uang Bapak selama ngojek beberapa tahun ini, Pak, ngendap di deposit. Bapak pasti nggak pernah update ya,” kata si mas.

“Iya, Mas, saya nggak pernah cek deposit. Sejak awal narik, saya hanya ngandalin uang tunai dari penumpang,” Rohim masih terheran-heran, separo nggak percaya, dan sesekali bengong.

“Kalau Bapak nggak percaya, cairkan saja sekarang, Pak,” kata si masnya.

“Iya deh, kalau benar itu uang lima juta, saya kasih mas lima ratus ribu,” kata Rohim yang kemudian diantar si masnya untuk ngasih petunjuk cara narik uang di deposit.

Driver ojol yang sedang susah itu masih belum percaya. Ia melangkah sambil setengah goyang, nggak fokus. “Kalau itu benar uang, baunya pasti bau uang. Tapi kalau itu uang setan, pasti bau kemenyan,” batin Rohim.

Tak berapa lama, ternyata benar, cairlah uang Rp 5 juta. Rohim senang bukan kepalang, kaget sekaget-kagetnya. “Alhamdulillah, ya Allah, makasiiihhh….” setengah menangis Rohim menggenggam segepok uang itu.

Sesuai janjinya, ia memberikan lima ratus ribu kepada si mas. “Ini untuk THR dari saya, jangan ditolak,” ucap Rohim.
Si mas pun senang karena dapat rezeki dadakan. Rohim lalu pulang dan menemui istrinya. Kalau udah rezeki, nggak akan ke mana! (h1)