fbpx
BerOjol, Hengout,

Pengalaman Ladyjol Dilecehkan Penumpang

pelecehan
ilustrasi foto : kaskus
Bagikan artikel seru ini...

Jadi driver ojek online (Ojol) wanita itu memang serba salah. Bersikap jutek (ketus) pada penumpang laki-laki, katanya driver kok jutek banget. Tapi jika bersikap ramah, terkadang penumpang laki-laki sering malah bersikap kurang ajar pada sang driver wanita (lady jol).

Ini juga yang dialami Mega (30), seorang Lady Jol yang sudah mulai ngebit sejak 5 bulan lalu. Dia katanya berprofesi sebagai driver ojol paruh waktu saja, artinya pekerjaan sebagai pengojek online ini bukanlah pekerjaan utamanya.

Dalam menjalankan profesinya ini, Mega sering berkeluh kesah soal banyaknya penumpang laki-laki yang bersikap genit kepadanya. Salah satu pengalaman yang mungkin menjadi trauma dalam dirinya adalah ketika dia mendapatkan seorang penumpang yang bermoral bejat.

Saat itu sebuah orderan masuk dalam aplikasi handphonenya. Saat itu penumpangnya harus dia jemput dari Stasiun Tebet dan harus diantar ke Pasar Pramuka. Singkat cerita, Mega mulai mengantar laki-laki penumpangnya yang berpenampilan elit dan bersikap sopan.

Ya itu tadi, karena tidak mau dianggap jutek, maka Mega pun melayani ajakan ngobrol dari si penumpang dengan ramah.

Udah lama narik, Mbak?” tanya si penumpang.

Lumayan, baru beberapa bulan Mas?” kata Mega menjawab pertanyaan itu.

Gimana sekarang, kayanya ojek online makin marak ya?” timpal si penumpang lagi.

Ya biasa, Mas. Namanya juga usaha, kadang sepi kadang ramai,” jawab Mega.

Tak terasa obrolan terus berlanjut dengan seru. Dari hal-hal umum masuk ke hal-hal yang sifatnya pribadi banget seperti sudah berkeluarga atau belum, punya pacar atau belum dan lain-lain. Mungkin karena merasa sudah mulai akrab dalam ngobrol-ngobrol, si penumpang cowok mulai kurang ajar.

Kalau belum punya pacar, saya juga mau jadi pacar Mbak! Apa Mbak, mau?” tanya si penumpang.

Semula Mega hanya menganggap obrolan itu cuma candaan sang customer untuk menggodanya dan dia nilai hal itu masih dalam taraf wajar. Karena itu Mega hanya tertawa saja mendengar pertanyaan si penumpang itu.

Loh kok, ketawa Mbak! Saya serius loh! Bahkan kalau perlu saya siap melamar, Mbak!” kata si penumpang.

Ih, apaan sih Mas! Becandanya nggak lucu!” kata Mega jadi bersikap jutek.

Sudahlah Mbak, saya tahu hidup di jalan itu susah. Cari uangnya juga susah. Mbak cukup cantik, dan saya juga nggak jelek-jelek banget. Kita serasi. Penghasilan saya juga lebih dari cukup untuk menghidupi Mbak!” kata si penumpang makin berani.

Mas, jangan kurang ajar ya? Saya ini orang baik-baik, saya lebih suka cari uang halal,” kata Mega berubah marah.

Ah, Mbak jangan pura-pura. Saya sekarang nginap di hotel. Kalau Mbak setuju, kita bisa senang-senang di sana? Bagaimana?” goda si pria hidung belang.

Mendengar itu spontan, darah Mega naik sampai ke ubun-ubun. Dia pun segera menghentikan motornya dan menyuruh si penumpang turun. “Mas, sekarang turun! Saya nggak mau ngantar Mas!” bentak Mega.

Tapi Mbak!”

Turun cepat, atau saya teriak Mas telah melakukan pelecehan kepada saya!” bentak Mega makin sangar.

Melihat Mega serius, si penumpang buru-buru turun dari motornya. Saat itu mereka sedang berada di terowongan (under pass). Kemudian tanpa bicara lagi Mega langsung tancap gas meninggalkan si penumpang yang melongo karena diturunkan paksa oleh lady jol tadi. (A3)