fbpx
BerOjol,

Sakitnya Kalau Dianyepin Operator

ojol Gardu Oto
Foto ilustrasi Dok : Gardu Oto
Bagikan artikel seru ini...

Perkembangan ojek online atau yang biasa disebut sebagai ojol, kian hari kian marak. Dari tahun ke tahun kepopuleran ojek berbasis internet ini makin dirasakan oleh masyarakat, terutama mereka-mereka yang melek internet.

Data terakhir menyebutkan sedikitnya sudah ada 200 ribu orang lebih yang menggantungkan nasibnya pada bisnis ojek online ini di Jabodetabek, bahkan mungkin jumlah itu akan jauh lebih besar lagi dari masa ke masa.

Alasan para driver pun berbeda-beda, ada yang memang ingin menggantungkan hidupnya pada pekerjaan ngojek ini, atau ada juga yang sekadar ingin cari tambahan buat dapurnya alias cuma sambilan.

Sebagai tukang ojek online, tentu ada banyak sekali suka, duka, haru dan gembira. Kalau suka dan gembira ya patut mereka syukuri, tapi kalau duka dan haru ya paling-paling hanya bisa mengelus dada tanpa bisa berbuat apa-apa.

D, sebut saja begitu. Seorang driver salah satu ojek berbasis aplikasi ini menuturkan bahwa kalau dipikir-pikir jika hanya mengandalkan hasil tarikannya, hanya sekadar cukup saja. Pasalnya, uang yang didapat biasanya habis dipotong buat makan, bensin, ganti oli dan service motor saja. Karena itu dia sangat berharap mendapatkan bonus-bonus selama dia narik di bawah naungan perusahaannya.

Cuma kendalanya jika ingin mendapatkan bonus, kerjanya harus ekstra. Saya kadang harus pergi pagi, pulang pagi! Sebab saya harus mengejar sejumlah trip untuk dapatkan bonus,” cetus D sambil menyebutkan jumlah trip yang kurang realistis untuk dicapai.

Berbeda dengan D, R pengemudi Ojol lainnya mengaku yang paling menyedihkan bukan hanya sulit mengejar target bonus dari pengelola aplikasi, tapi juga sering “dianyepin” alias tak diberi order oleh penyedia aplikasi.

Kadang saya sampai berjam-jam dianyepin. Entah siang, entah malam, kapan saja kita dianyepin. Pernah sampai beberapa jam nggak dapat order, bahkan sudah jalan dari Slipi sampai Kebon Jeruk tak juga dapat order. Seminggu kadang beberapa kali dianyepin, dan saya pun tidak tahu mengapa driver bisa anyepin begitu oleh operator? Padahal kan untuk dapat bonus kita harus mencapai target,” tutur R.

Namun R mengaku tetap berusaha menjalani semua itu dengan kesabaran meski hatinya merasa kesal juga. “Di sabar-sabarin aja, Mas. Tapi memang Mas, kalau udah dianyepin, sakitnya tuh di sini,” kata R seperti menirukan sebuah judul lagu. (W2/A3)