fbpx
BerOjol,

Ups, Salah Jemput!

salah jemput Duit Pintar
Foto Ilustrasi Dok : Duit Pintar
Bagikan artikel seru ini...

Siang itu sekitar pukul 11.00, Dino (35) baru saja mengantarkan penumpangnya dari Tanjung Barat ke arah Kalibata. Driver ojek online yang sudah sekitar satu setengah tahun ini narik ditemani aplikasi di ponselnya, lalu menepikan motornya sejenak. Ia beristirahat di tempat yang teduh, dekat pohon besar pinggir jalan.

Tak lama kemudian, orderan masuk lagi dari aplikasi di ponselnya. “Wah, dapet lagi nih. Tarik maaanggg…” Dino senang bukan kepalang karena hari itu orderan serasa nggak ada matinya.

Orderan yang barusan masuk dari calon penumpang yang hendak menuju Ambasador. Dino segera menuju ke tempat penumpang yang menunggunya, di sekitar Stasiun Kalibata.

Cewek nih, pasti mau belanja,” ucap Dino dalam hati.

Di tempat calon penumpang itu menunggu juga banyak orang, termasuk beberapa di antaranya perempuan. Dino mengarahkan motornya ke tempat beberapa orang itu berdiri.

Ia lalu memanggil sebuah nama dan seorang perempuan menghampirinya. Dino lalu memberikan helmnya untuk si mbak yang hendak menggunakan jasa ojek onlinenya. Si cewek yang umurnya sekitar 25an itu sudah siap dibonceng, dan Dino pun siap melajukan motornya menuju Ambasador, sebelum ia bertanya kembali, “Mau belanja, Mbak?”

Perempuan muda itu kaget. “Belanja? Saya mau pulang, Bang, ke Tebet.”
Yaelah…. Dino lebih kaget, “Bukannya ke Ambasador?”

Bukan,” jawab si mbak itu. “Ngapain ke Ambasador, saya nggak punya duit,” ucap calon penumpang itu.

Yah, salah orang dong. Kok Mbak yang naik ya,” Dino sambil kembali menyebutkan nama penumpangnya.

Usut punya usut, ternyata nama penumpangnya sama. Dan si mbak yang salah naik itu buru-buru pengen pulang, jadi konsentrasinya terganggu. Ia asal datang aja saat namanya dipanggil.

Tak lama kemudian, pengorder yang asli datang. Dino mengonfirmasi nama dan tujuannya, agar tak salah orang lagi.

Mau belanja, Mbak?” tanya Dino.

Iya, Bang, ke Ambasador ya,” jawab penumpangnya.

Nah, ini baru betul,” ucap Dino dalam hati. Ia pun segera melajukan motornya menuju Ambasador.

Tadi salah orang, Mbak. Ada cewek yang buru-buru naik motor saya, saya kira si mbaknya ini. Eh, ternyata namanya sama,” cerita Dino kepada penumpang “aslinya” itu.

Si mbak yang asli itu tersenyum manis. “Nama saya pasaran sih, Bang,” canda si mbak dan Dino pun tertawa lepas. Motor pun semakin ringan melaju karena di sepanjang perjalanan, Dino bisa mengobrol sama perempuan cantik yang siang itu hendak shopping. (h1)