fbpx
Bukan Opik,

Aturan Lalin Baru yang Perlu Perhatian Driver Ojol

ojol di trotoar
Ilustrasi foto : RMOL
Bagikan artikel seru ini...

Dishub  DKI Jakarta dan Polda Metro Jaya sudah menambah beberapa aturan baru terkait berlalu lintas di wilayahnya. Hal ini mengingat banyaknya kecelakaan yang terjadi akibat hal-hal sepele yang kerap dilakukan pengemudi seperti mendengarkan musik lewat headset. Nah ini beberapa peraturan baru yang mulai diterapkan pada tahun 2018 ini.

1. Jangan mendengarkan musik atau merokok.

Seperti yang kita ketahui, kalau berkendara itu terkadang membuat kita bosan. Apalagi enggak ada teman yang diajak ngobrol, membuat kita jadi ngantuk sepanjang jalan. Nah, biasanya para driver ojol atau pengemudi motor memilih untuk mendengarkan musik atau merokok. Ya, hitung-hitung bisa membuat stres kita hilang sejenak.

Namun untuk yang punya kebiasaan itu pada saat berkendara, jangan lakukan hal itu lagi deh. Karena ada aturan baru yang melarang pengemudi untuk mendengarkan musik atau merokok. Peraturan ini enggak hanya untuk motor aja lho, tapi juga bagi pengemudi kendaraan roda empat juga. Jangan coba-coba melanggar ya, kalau berani enggak menaati aturan satu ini, bisa-bisa masuk penjara maksimal tiga bulan. Kemudian ditambah dengan denda sebesar Rp750 ribu.

2. Enggak boleh lagi belok kiri langsung

Di persimpangan jalan, biasanya kita enggak bakal asing dengan rambu yang tulisannya belok kiri boleh langsung. Melihat rambu yang seperti itu, para pengendara biasanya langsung belok tanpa melihat keadaan sekitar terlebih dahulu. Dari hal itu, banyak sekali kecelakaan yang terjadi. Misalnya pengendara menabrak pejalan kaki yang sebenarnya bukan salah dari orang yang menyeberang karena memang lampu hijau sudah ditunjukkan bagi pejalan kaki itu.

Dari peristiwa yang seperti itu, peraturan yang dulu belok kiri boleh langsung, sekarang sudah diganti. Mulai saat ini, pengemudi tidak boleh langsung belok kiri. Harus melihat keadaan terlebih dahulu apakah aman untuk dilewati. Jika sudah aman dan rambu belok kiri menyala maka kita baru boleh untuk melanjutkan perjalanan. Kalau melanggar peraturan tersebut bakal dikenakan sanksi berupa 250 sampai 500ribu rupiah loh.

3. Jangan seenaknya pindah jalur

Sekarang banyak pengguna jalan yang seenaknya aja berkendara di jalan. Mereka terkadang hanya memikirkan diri sendiri tanpa peduli pengemudi yang lain. Contohnya aja dengan tiba-tiba pindah jalur tanpa memberi peringatan kepada pengendara lain. Bisa-bisa kelakuanmu ini diprotes sama orang banyak. Maka dari itu, untuk menghindari hal yang sembarangan seperti tadi, dibuatlah aturan baru.

Peraturan tersebut mengungkapkan bahwa kalau ingin berpindah jalur harus memberi isyarat kepada pengguna jalan lain. Jika tetap melanggar, maka akan dikenai hukuman berupa kurungan selama satu bulan atau denda senilai Rp250 ribu.

Nah, mulai sekarang jangan seenaknya kalau mau pindah jalur. Kalau ingin berpindah, biasakan untuk melihat kondisi lalu lintas terlebih dahulu. Jika sudah aman, barulah kita berpindah jalur. Namun, ketika kondisi jalan ramai dan kita sedang dalam keadaan terburu-buru, nyalakan lampu sein dan tunggu pengemudi lain untuk memberi jalan. Berikan tanda jempol untuk menandakan bahwa kalian mengucapkan terima kasih.

4. Berkendara di trotoar

Nah kalo ini banyak dilanggar pesepeda motor. Buat yang sering kita lihat di jalan, banyak orang yang mengendarai sepeda motor di trotoar. Mereka melakukan itu dengan alasan tidak tahan macet. Atau bisa dibilang karena ingin cepat sampai di tujuan. Padahal trotoar hanya boleh digunakan untuk para pejalan kaki. Kalau trotoar dipakai pengendara motor, pejalan kaki mau di mana?

Untuk itu peraturan dibuat bagi pengguna sepeda motor yang mengemudi di trotoar. Hukumannya adalah bisa dikurung selama dua bulan lamanya. Kemudian akan kena denda juga sebesar Rp500 ribu. Jadi, jangan berkendara di trotoar lagi ya. Pikirkan juga hak-hak para pejalan kaki.

5. Nggak boleh berhenti di zebra cross

Nah, satu lagi nih yang nggak asing di penglihatan kita. Yap, itu adalah pada saat lampu merah, beberapa pengendara berhenti di zebra cross. Mereka selalu beralasan kalau dirinya terlambat untuk mengerem. Dari hal tersebut, peraturan untuk pengendara yang berhenti di zebra cross mulai ditegakkan. Soo hati-hati yahh sekarang di setiap lampu merah khususnya di Jakarta Pusat sudah banyak CCTV (Closed Circuit Television) yang siap memantau perilaku pengendara di lampu merah. Kalo melanggar siap-siap deh kena tilang elektronik.

Para pengendara yang melakukan ini, akan diberi hukuman kurungan penjara maksimal dua bulan. Selanjutnya akan dikenakan denda sekitar Rp 500 ribu. Sehingga, hati-hati aja nih Kalau lampu kuning sudah menyala, lebih baik siap-siap untuk berhenti biar nggak sampai melewati garis penyeberangan.

Demikian sejumlah aturan baru yang patut diperhatikan para pengguna jalan, seperti driver ojol. Ingat, jangan melanggar ya, karena sanksinya berat lho. Jadi selamat menjalankan aturan-aturan baru ini. (A3)