fbpx
Bukan Opik,

Cara Sehat Berkendara

Ojek-Online-Maenin-HP-1
Illustrasi Foto: Kabar6.com
Bagikan artikel seru ini...

Driver ojek online (ojol) mencari nafkah dengan berkendara di jalan raya. Ada asap, ada debu, dan banyak zat kotor lainnya yang bisa menerpa driver termasuk penumpang, saat melintas di jalanan.

Untuk mengurangi paparan zat-zat yang jahat bagi tubuh, ada cara sehat berkendara bagi driver, yang juga berefek positif untuk penumpang. Ini beberapa di antaranya.

1. Jangan merokok saat naik motor

Sudah cukuplah asap kendaraan bermotor ditambah dengan debu jalanan. Jangan tambahi dengan asap rokok.

Apalagi driver merokok sambil mengendalikan laju sepeda motor, terutama saat sedang tidak ada penumpang, atau driver dalam perjalanan menjemput order.

Selain tidak sehat untuk driver, merokok sambil berkendara bisa membahayakan keselamatan.

Konsentrasi driver bisa terpecah dan risiko kecelakaan bisa dialami. Redam terlebih dahulu keinginan untuk merokok sambil naik motor, meski sendirian, apalagi saat membawa penumpang.

Berkendaralah dengan sehat agar pengguna jalan lainnya menaruh respek kepada driver.

2. Gunakan masker

Cara sehat lainnya yang bisa dilakukan driver adalah gunakan masker untuk mengurangi asap dan debu terhirup hingga ke paru-paru.

Meski driver sudah memahami hal ini, masih banyak juga yang mengabaikannya.

Selain masker, pakailah juga sarung tangan untuk melindungi kulit dari sengatan sinar matahari. Kulit yang tidak tampak kusam dan sehat tentu sangat menyenangkan.

Nah, untuk kaki, pakailah sepatu, jangan sandal apalagi sandal jepit. Sepatu akan lebih aman melindungi kaki dari risiko kecelakaan di jalan raya.

Cara sehat ini mudah, namun kadang diabaikan dengan berbagai alasan.

3. Hindari jalan-jalan yang macet jika memungkinkan

Sempurnakan cara berkendara yang sehat ini dengan menghindari jalan-jalan yang macet. Dengan catatan: ada alternatif jalan yang lebih lancar.

Kemacetan lebih banyak mengakibatkan asap dan debu berkumpul, berpeluang terhirup driver dan penumpang dalam takaran lebih banyak.

Dibandingkan dengan jalanan yang lebih lancar, driver bisa mengurangi paparan asap kendaraan bermotor dan debu jalanan.

Jalanan yang lebih lancar, meski sedikit lebih jauh dan harus memutar, lebih menyehatkan untuk driver dan penumpang.

Ambil jalan tikus bila perlu, melewati jalan-jalan kampung, yang tentu lebih sedikit asap kendaraan bermotor, dan lebih menyehatkan.

Poin tiga ini tidak bisa efektif jika tidak ada alternatif jalan yang bisa dipertimbangkan oleh driver. Sesuaikan saja dengan situasi dan kondisinya.

Hal paling penting, tetap perhatikan cara sehat berkendara, yang bermanfaat untuk driver dan penumpangnya.(H1)