fbpx
Bukan Opik,

Dapat Tip secara Elegan

o-TIP-JAR-facebook
Illustrasi Foto: HuffPost
Bagikan artikel seru ini...

Uang lebih sering kali diterima para pekerja. Ada yang bernama uang lembur, komisi, tip, dan lain-lain. Apa pun namanya, ada rezeki yang diterima lebih dari yang seharusnya. Besar kecilnya tambahan rezeki tersebut diterima dengan senang hati, setidaknya untuk menambah pemasukan.

Driver ojek online (ojol) juga sering kali mendapat uang lebih atau tip dari tarif yang seharusnya dibayar penumpang. Untuk menerima uang lebih ini secara elegan, tidak merendahkan profesi driver, berikut ini beberapa caranya.

1. Jangan langsung menerima begitu saja

Mendapatkan uang sangatlah menyenangkan, apalagi jumlahnya lebih dari yang diharapkan. Driver tentu juga senang mendapatkan uang lebih dari penumpang. Misalnya, tarif ojol yang seharusnya Rp 8.000 dibayar penumpang Rp10.000.

Driver jangan langsung menerima uang lebih tersebut. Sampaikan kepada penumpang bahwa tarifnya Rp8.000 dan kembaliannya Rp2.000. Jika penumpang tidak mengatakan, “Ambil saja kembaliannya,” sebaiknya driver mengembalikan uang lebih tersebut.

Berbeda halnya jika si penumpang mengatakan, “Nggak usah dikembalikan, Bang, ambil saja,” driver bisa mengatakan, “Terima kasih.” Cara ini lebih elegan dibandingkan sikap driver yang memang berharap si penumpang tidak minta uang kembalian. Sepele, tapi manfaatnya sangat besar untuk menumbuhkan mental tidak minta-minta kepada diri driver.

2. Jangan terlihat sangat berharap dapat tip

Dunia kuliner yang sudah merambah ke pengantaran via online menjadi peluang menarik bagi driver. Pesanan makanan dengan berbagai namanya bisa menjadikan pemasukan driver lebih besar, bahkan tak jarang pemesan makanan memberikan tip kepada driver. Tidak ada salahnya berharap mendapatkan tip dari pengorder makanan, tapi tetap bersikaplah elegan.

Jangan terlihat menunggu si pemesan mengeluarkan uang untuk memberikan tip kepada driver. Kerjakan saja apa yang seharusnya dikerjakan, yaitu mengantar pesanan makanan, lalu beranjak pergi. Jika pemesan berniat memberikan tip, ia akan mengatakan, “Tunggu, Bang.”

Saat itulah driver menghentikan langkah dan merespons apa yang dilakukan pemesan, dan ucapkan terima kasih ketika ia memberikan tip. Ini adalah langkah realistis, namun terlihat elegan, daripada driver menunggu di depan pemesan makanan sambil berharap dapat uang lebih. Ya kalau pemesan makanan tersebut memberikan tip, kalau tidak kan driver malu sendiri.

3. Siapkan uang kembalian

Meski berharap uang lebih atau tip dari penumpang atau pemesan makanan, tidak ada salahnya driver siap dengan uang kecil, seperti pecahan Rp2.000, Rp 5.000, bahkan uang seribuan rupiah. Dengan demikian, ketika tarif ojol Rp 8.000, driver bisa mengembalikan ke penumpang Rp2.000. Jangan terkesan driver sengaja tidak memberikan uang kembalian sambil beralasan, “Nggak ada uang kembalian, Pak, Bu.” Cara ini tidak elegan untuk mendapatkan uang lebih atau tip dari penumpang. Meski pada umumnya penumpang tidak minta uang kembalian, tapi tetap tunjukkan niat baik driver untuk memberikan uang lebih tersebut.

Dengan demikian, driver tetap akan dihormati penumpang dan profesi driver ojol tetap elegan di mata masyarakat. Realistis saja dalam menerima tip, tapi caranya harus diperhatikan dengan bijak. (H1)