fbpx
Bukan Opik,

Etika Berkendara di Jalan Raya

dbe32e68-3eee-4d3b-a832-e44f0e96926c
Illustrasi Foto: Gossip Hitz
Bagikan artikel seru ini...

Driver ojek online (ojol) menggunakan jalan raya sebagai ladang mencari uang. Menjemput dan mengantar penumpang merupakan tujuan utama driver ojol dan itu dilakukan di jalan raya atau juga di jalan-jalan kampung. Tidak hanya driver ojol yang memakai jalan raya untuk berbagai keperluan, sehingga driver harus mematuhi etika berkendara.

Melalui etika inilah setiap orang yang berada di jalan raya bisa saling menghargai, termasuk sama-sama saling menjaga keamanan dan keselamatan. Berikut ini beberapa etika yang juga perlu dipatuhi driver ojol.

1. Kondisi fisik dan mental driver harus sehat

Begitu hendak meluncur ke jalan raya, cari order, cari rezeki, pastikan kondisi fisik dan mental driver sehat. Kondisi fisik yang sehat ditunjukkan dengan badan segar, tidak sedang sakit, sehingga driver bisa konsentrasi saat mengendalikan laju motor.

Sebelum berangkat driver bisa saja melakukan pemanasan terlebih dahulu, agar badan tidak terasa kaku saat berkendara. Sementara itu, kondisi mental yang sehat salah satunya bisa ditunjukkan dengan ketenangan pikiran, sehingga driver mudah fokus dalam menjemput dan mengantar penumpang, selamat sampai tujuan.

2. Pastikan motor juga siap dioperasikan

Selain siap diri, siapkan juga motor. Periksa kondisi mesin, ban, rem, kopling, oli, handle gas, lampu depan, lampu rem, busi, bensin, termasuk juga surat-suratnya (SIM dan STNK). Begitu motor sudah siap, segeralah meluncur ke jalanan dengan tenang, tidak membahayakan diri sendiri dan orang lain.

3. Gunakan perlengkapan berkendara yang menunjang keselamatan

Driver tentu saja tidak akan lupa dengan jaket dan helmnya, karena itu adalah perlengkapan penting, bahkan menjadi identitasnya selama di jalan raya. Untuk menunjang keselamatan, driver juga bisa menggunakan perlengkapan berkendara lainnya, seperti sarung tangan, kacamata, jas hujan, sepatu, dan body protector. Perlengkapan tersebut sangat membantu driver dalam cari order, apalagi saat mengantar penumpang dalam jarak jauh dan kondisi jalannya macet.

4. Atur kecepatan dengan baik

Etika berkendara yang juga perlu dipatuhi driver adalah atur kecepatan motor dengan baik. Driver yang cari rezeki di dalam kota, jangan melajukan motor lebih dari 60 km/jam.

Selain itu, jangan menggeber motor dengan gaya zig-zag, apalagi jika penumpangnya anak kecil atau orang tua. Atur saja kecepatan sedang, tidak terlalu lambat, tidak juga terlalu cepat, yang membuat penumpang merasa nyaman dan aman.

5. Patuhi peraturan lalu lintas

Ini pasti sudah dipahami driver. Patuhi peraturan lalu lintas saat melaju di jalan raya. Selain tidak boleh melanggar rambu-rambu lalu lintas, jangan pula membawa muatan yang melebihi ketentuan. Selain itu, jangan berkendara di jalur khusus pejalan kaki atau sepeda, apalagi sampai menaiki trotoar. Ini tentu saja tidak beretika dan driver bisa kena semprot para pejalan kaki yang marah karena kebebasannya melenggang terganggu.

Driver juga harus menyalakan lampu motor di siang hari dan gunakan lajur jalan paling kiri saat driver mengambil kecepatan di bawah 40 km/jam.Hal yang juga penting dipahami, jangan gunakan variasi atau aksesori motor yang membahayakan pengguna jalan lainnya. Tak kalah penting adalah berdoalah sebelum menjemput rezeki di jalan raya. Selain berdoa minta kelancaran rezeki, juga berdoa agar diberi keselamatan saat berkendara, hingga selamat saat waktunya pulang ke rumah, bertemu dengan keluarga tercinta. (H1)