fbpx
Bukan Opik,

Menumbuhkan Jiwa Sosial Driver

Shelter Soerabaja Jadi Tuan Rumah Kolaborasi KSNB Mitra Gojek dan Arisan Online Umi Afia Lampung 4
Illustrasi Foto: katalampung.com
Bagikan artikel seru ini...

Sibuknya cari rezeki, apalagi disertai dengan persaingan yang superketat, bukan berarti driver ojek online (ojol) menutup diri dari aktivitas sosial. Bahkan, dalam situasi sulit pun setiap orang, termasuk driver, masih bisa berbagi beban dan perhatian untuk sesama.

Untuk menumbuhkan jiwa sosial, sehingga driver mudah peduli terhadap orang lain yang membutuhkan pertolongan, maka perhatikan beberapa hal ini.

  1. Melatih kepekaan hati

Segala rasa ada di dalam hati. Untuk bisa berjiwa sosial, driver perlu melatih kepekaan hati sehingga bisa merasakan suka dukanya kehidupan dengan lebih baik. Termasuk merasakan apa yang dirasakan orang lain. Misalnya, ketika ada orang yang tertimpa musibah dan mengalami kesedihan, driver bisa merasakan kesedihan tersebut.

Demikian pula ketika orang lain mengalami kesulitan dan merasakan kepanikan, driver bisa memahami apa yang dialami orang lain. Melatih kepekaan hati membuat driver menjalani kehidupan sehari-hari, termasuk saat cari order, tidak terlepas dari situasi dan kondisi di sekitarnya. Jiwa sosial pun mudah tumbuh dan driver menjadi orang yang peduli terhadap kedukaan yang dialami orang lain.

  1. Membiasakan diri untuk memberi daripada menerima

Aktivitas sosial biasanya merupakan kegiatan yang diwarnai dengan “memberi”, seperti memberi sumbangan untuk orang yang kekurangan, memberi pertolongan ketika di jalan driver melihat pengendara lain terjatuh atau terluka, dan sebagainya.

Jiwa sosial tidak bisa lepas dari kegiatan memberi sehingga driver perlu membiasakan diri untuk memiliki keikhlasan dalam memberi. Sebaliknya, jangan terbiasa menerima bahkan mengharapkan menerima sesuatu dari orang lain. Lebih baik memberi daripada menerima adalah prinsip jitu yang bisa diterapkan driver jika ingin berjiwa sosial.

Meski dalam situasi sulit, masih banyak orang yang lebih sulit, yang membutuhkan uluran bantuan, baik dalam bentuk tenaga, materi, maupun sumbangan pikiran.

  1. Kesedihan bisa dialami siapa saja, termasuk driver

Kesedihan dalam berbagai bentuknya bisa dialami siapa saja, tidak peduli apakah orang tersebut kaya raya dengan jabatan tinggi atau orang yang penuh kemalangan dan hina dina.

Manusia harus bisa menyelami kesedihan dengan bijak dan merasakan kebahagiaan dengan rendah hati. Karena merasa bahwa dirinya juga bisa mengalami kemalangan, driver bisa lebih peduli terhadap orang yang sedang merasakan penderitaan.

Bantuan pun mudah diberikan, bahkan driver gampang menggalang dana atau bantuan lainnya, untuk orang-orang yang tertimpa musibah. Kesedihan bisa dialami siapa saja, termasuk driver, namun dari kesedihan itulah akan muncul jiwa sosial yang luar biasa besar, untuk kebaikan sesama. (H1)