fbpx
BerOjol, Headline,

Kisah Cinta Driver Ojol dan Penumpang Cantik

Illustrasi Ojol & Penumpang Cantik. Sumber : CNN
Sumber : CNN. Foto hanya ilustrasi
Bagikan artikel seru ini...

Sabtu sore, sekitar pukul 17.00, aplikasi ojek online milik Bram (39) berbunyi. Order datang lagi, pikir Bram. “Wuih, penumpang cantik nih, keren,” kata Bram girang.

Bram berpikir lumayanlah kalau bisa ngobrol sepanjang perjalanan karena si mbak ini order dari kawasan Depok menuju AEON Mall, BSD, lumayan jauh.

Gayung bersambut. Harapan Bram untuk mengobrol di motornya dengan si cewek cantik ini kesampaian.

“Mau malam mingguan, Mbak?” tanya Bram.

“Iya nih, ada janji sama temen di BSD,” kata si mbak.

“Kok nggak dijemput?” Bram kembali melempar tanya.

“Bukan pacar, jadi dia nggak jemput,” jawab si mbak yang ternyata doyan ngobrol juga.

Sepanjang perjalanan, banyak obrolan ringan hingga berat sehingga Bram lebih mengenal si mbak penumpangnya ini.

“Saya janda beranak satu, Bang. Sudah 10 tahun ini hidup sendiri, tanpa suami,” kata si mbak mulai nyerempet-nyerempet.

Hati Bram dagdigdug, rasanya ingin makin dekat dengan si mbak. Naluri lelakinya berpacu, meski sang driver ojek online ini sudah punya isteri dan sudah dikaruniai dua putri ini. Ngobrol panjang lebar membuat perjalanan nggak kerasa, tahu-tahu udah sampai di BSD aja. Si mbak sudah diantarnya dengan selamat sampai tujuan, padahal dalam hati masih pengen ngobrol.

“Kalau nanti malam nggak ada yang jemput, telpon saya aja. Gratis deh,” canda Bram kepada si mbak.

Ditelepon Juga Sama Sang Penumpang Cantik

Ya ampun, pada malam tepat pukul 00.00 WIB, telepon Bram benar-benar berdering. Ia kaget, ternyata janda muda nan cantik itu benar-benar menelepon dan minta dijemput. Tak mau mengecewakan si mbak, Bram segera menuju BSD, menjemput si mbak dan mengantar sampai rumahnya, di sekitaran Depok.

Sejak saat itu, Bram menjadi akrab dengan si janda yang sudah memikat hatinya. Beberapa kali Bram ditelepon untuk mengantar si mbak ke tempat kerjanya, sebagai sales mobil masih di sekitar Depok. Bram tetap berusaha profesional, meski jiwa laki-lakinya tak bisa menolak kalau ia menyukai si janda.

Beberapa kali Bram berkomunikasi via chat dengan si mbak. “Enak nih kalau gue pacarin,” kata hati kecilnya. Selain cantik, janda beranak satu yang sudah duduk di bangku SMP ini enak diajak ngobrol. Anaknya pun, menurut Bram, tidak rese. Jadi, mamanya bisa dipacari dengan mudah, itu kata hati Bram.

“Tapi anakku perempuan. Aku takut nanti karma ke anakku. Aku nggak berani maen-maen dengan cewek ini,” hati nurani Bram masih berbicara. Ia masih mengingat dua anaknya, perempuan, yang masih kecil-kecil.

“Jadiin temen aja deh. Lumayan punya temen cantik hahaha…” akhirnya Bram mengambil keputusan yang bisa menenangkan hatinya, meski ia harus terus-menerus melawan ego laki-lakinya untuk lebih dekat dengan si janda muda nan cantik. (h1)

Leave a Reply