fbpx
IJO,

Membiayai Pesantren Lewat Ojol

88a154a6-25ae-44cc-b8b5-b8becec8613d
Illustrasi Foto: Gossip Hitz
Bagikan artikel seru ini...

Siapa bilang seorang driver ojek online (Ojol) tak bisa berbuat amal atau beribadah dengan benar? Ada banyak kok, driver yang mengabdikan dirinya untuk kemaslahatan orang banyak, termasuk membangun sebuah tempat belajar agama seperti pesantren.

Seorang driver ojol yang bernama Endang Irawan membuktikannya, bahwa dirinya mampu membangun sebuah  pesantren bernama Nurul Imas.

Konon pesantren ini menaungi 120 anak didik yang punya mimpi besar untuk belajar agama lebih dalam lagi.

Walaupun bangunan pesantren milik driver yang biasa disapa Bang Soplo ini terlihat kecil, namun siapa menyangka kala di dalam bangunan itu tersimpan banyak sekali mimpi-mimpi besar dari driver GO-JEK ini.

Memang, awalnya Endang tak berprofesi sebagai seorang driver ojol. Kala membangun pesantrennya, dia berprofesi sebagai Mechanic Electrical (ME) yang bekerja di luar Pulau Jawa, tetapi panggilan hatinya yang ingin membangun pondok pesantren ini telah memaksanya keluar dari pekerjaan.

Dia, seperti dikutip dari Instagram Go-Jek Indonesia, mengaku kesulitan membagi waktu antara pekerjaan dan memantau anak-anak didiknya di pesantren.

Di tengah kegalauannya itulah, maka kemudian Endang bergabung dengan aplikator ojek online asli Indonesia ini dan memutuskan berhenti menjadi ME.

Di awal-awal karirnya sebagai driver, Endang merasa sedikit skeptis dengan pekerjaan ini. Pasalnya tentu profesinya ini tak bisa menjamin untuk dapat membiayai pesantrennya agar tetap berdiri.

Namun dengan ketulusannya dan semangatnya melayani customer, membuatnya  terus dapat berpikir positif.

Perlahan namun pasti, pekerjaannya yang baru ini telah membantunya memperoleh finansial yang cukup.

Bahkan lewat peningkatan finansialnya itu, dia bisa mencapai mimpinya dalam memperluas pondok pesantren miliknya itu.

Bahkan sesekali karena mungkin Endang sering sharing dengan penumpangnya soal pondok tersebut, dia malah mendapatkan bantuan dari para penumpangnya itu.

Suatu kali, tanpa dia duga, dia mendapat kiriman seekor kerbau untuk kurban. ¬†“Tiba-tiba ada yang ngirimin bantuan ke pesantren saya, pernah kami tiba-tiba dapet kerbau untuk kurban, saya sendiri nggak tahu siapa pengirimnya? Ya, saya hanya menyangka, pastilah kerbau tersebut berasal dari salah satu customer saya di GO-JEK,” kata Endang.

Pengalaman Endang adalah bukti bahwa jika kita punya niat baik, menjadi driver pun kita akan tetap dapat beribadah dengan baik.

Bahkan Tuhan juga pasti akan membukakan pintu rejeki bagi orang yang ingin beribadah sungguh-sungguh. (W2)