fbpx
Ojol On The Road,

Menjadi Driver Ojol demi Sekolah Anak

d794a7a6-5341-4652-9785-8917ab37001e
Illustrasi Foto: Gossip Hitz
Bagikan artikel seru ini...

Setiap orang tua pasti menginginkan yang terbaik untuk anak-anaknya, bahkan untuk urusan pendidikan. Mengingat di zaman sekarang ini pendidikan adalah prioritas utama bagi anak demi meraih masa depannya kelak.

Ini juga yang dilakukan Gusti (45), seorang driver ojek online (Ojol) sekaligus bapak dari dua anak. Saat ini anak pertamanya masih duduk di bangku SMP dan yang kedua masih SD. Dengan kondisi biaya pendidikan di zaman sekarang ini yang serba UUD (Ujung-Ujungnya Duit) membuat Gusti yang biasa menjadi tukang las keliling ini terpaksa beralih mata pencaharian sebagai driver ojol.

Istri dan anaknya tinggal di kampung sama neneknya, karena kalau semua berada di Jakarta dirinya tak sanggup membiayai mereka dari hasil ngojek. Sementara mau kerja yang lain, dia tak bisa karena tak punya ijasah. Itu pun akunnya punya saudaranya yang lagi kerja keluar kota.

“Saya pinjam akun saudara dulu buat narik, baru 2 minggu ini narik. Yah lumayan buat kirim uang ke kampung masih bisa, apalagi buat biaya sekolah anak yang SMP mau naik ke SMA perlu biaya lagi,” kata Gusti saat ditemui Gossip Hitz di kawasan Jatiwaringin.

Gusti mengaku dirinya menyesal karena dulu orang tuanya tak punya biaya untuk memberikan pendidikan bagi dirinya. “Padahal pendidikan itu penting banget, saya baru sadar sekarang ngerasain kalo sekolah itu penting banget. Makanya saya akan terus berupaya menyekolahkan anak dari hasil ngojek ini,” kata Gusti.

Hal senada dilontarkan Gita (37), seorang ibu rumah tangga yang terpaksa menjadi Ladyjol untuk mencukupi kebutuhan hidup kedua anaknya yang masih duduk di bangku sekolah dasar di Jakarta Utara. Menurut perempuan yang telah manjadi Ladyjol 6 bulan terakhir ini, dirinya harus jadi tulang punggung keluarga setelah berpisah dengan sang suami.

“Ya, mau kerja apalagi, Mas! Lumayanlah, menjadi driver ojol cukup untuk membiaya dua anak yang masih sekolah. Pengennya mereka tetap sekolah, biar dapat kerjaan bagus. Nggak kaya emaknya yang Cuma bisa jadi driver ojol,” katanya.

Memang terkadang kita menyepelekan profesi driver ojol ini dan kita menganggap bahwa profesi driver ojol tak punya harapan. Padahal tak selalu demikian, karena kita juga kerap mendengar cerita ada banyak anak-anak driver yang sukses meraih prestasi. Seperti seorang anak SMK 2 Tangerang yang bisa jadi juara 2 kompetisi multimedia yang diikuti sejumlah negara. Atas prestasinya itu, dia pun dapat beasiswa dari Gubernur Banten Wahidin Halim hingga jenjang pendidikan S2. (W2/A3)