fbpx
BerOjol, Uncategorized,

Cuma Gayanya Doang Selangit

gaya selangit
ilustrasi foto : Gossip Hitz
Bagikan artikel seru ini...

Pengalaman driver yang mendapatkan penumpang pelit memang bukanlah cerita baru. Ada banyak sekali penumpang ojek online (ojol) yang pamer sana pamer sini, ujung-ujungnya juga tak memberi tip lumayan bagi sang driver seperti cerita di bawah ini.

Ya, pengalaman pahit ini dialami oleh driver bernama Dirga.Saat itu dia mendapatkan order dari sebuah apartemen di kawasan Pantai Indah Kapuk (PIK). Karena itu daerah elit, tentu Dirga berharap dapat tip cukup lumayan dong.

Saat itu yang keluar dari apartemen mewah itu, seorang perempuan muda ceriwis. Singkat cerita Dirga diminta mengantarnya dengan Rp 30 ribu. Lumayan pikir Dirga, apalagi gaya pakaian si cewe juga cukup trendy dan gaul, pastilah Dirga ngarep banyak dari penumpangnya ini.

Di tengah jalan, tiba-tiba si penumpang bertanya, “Bang udah lama jadi Ojek online?”

“Udah setahun Mbak, ada apa?”

“Ohh pantes, jaketnya udah kucel banget, tapi Gak apa-apa yang penting enggak Bau!” ujar si penumpang sekenanya.

Dirga kesal juga mendengar kata-kata itu, tapi dia cuma bisa membatin, “Terserah apa kata elu dah!”
Tapi sebagai driver yang baik, Dirga coba menimpali, “Kalo Mbak, kerja atau usaha?”

“Saya kerja di Aparteman tadi, Bang!”

“Ohh di back Office yah?”

“Enggak kok, saya Nanny (pengasuh anak), Bang!”

“Nanny? Setahu saya, Nanny itu yang punya warteg yang sering saya utangin, Mbak!” kata Dirga mengajak bergurau.

“Ha ha ha, bukan Bang! Saya pengasuh anak in English. Abang bercanda apa beneran enggak tahu, nih?”

“Beneran enggak tahu Mbak, tapi kalo Mbak bilang pembantu saya baru tahu he he he!” timpal Dirga.

“Iya beda tipis Bang, kalo saya pengasuh anak tapi kalo pembantu itu buat beres-beres rumah!”

“Gimana, enak kerja jadi Nanny?”

“Enak, majikan saya bule, orangnya enak dan baik banget. Dia orang Inggris, kerjanya di Kedutaan bagian Toursm gitu, jadi saya tiga bulan sekali jalan-jalan keluar negeri ikut majikan. Ini baru pulang dari Francis!” kata si Nanny sombong.

“Wahh enak kerjanya, bisa ikut jalan-jalan ke luar negeri! ”

“Iya Bang, tapi kan mesti stand by 24 hours! Tapi memang gaji saya itu hitungannya dolar. Ya sekitar $600!”

“600 Dollar itu kalo di rupiah jadi berapa?” Dirga penasaran.

“Sekitar 8 juta lebih lah! Walaupun saya pembantu, gaji saya di atas UMR Jakarta, tapi emang harus pinter bahasa Inggrisnya! ”

“Ya, paling enggak enaklah dibanding saya kerja di jalanan,” kata Dirga sambil menghela nafas. “Enak kerja sama orang asing yah, Mbak?”

“Enaklah, dibandingkan kerja sama orang kita, biasanya majikannya pelit-pelit! ”

Tiba-tiba si penumpang minta mampir di sebuah toko donat. “Eh, Bang nanti di depan stop di JCo yah, saya mampir sebentar!”

“Ohh siap! Siapa tahu saya dibagi he he he!”

“Ah, Abang bisa aja!”

5 menit kemudian keluarlah si penumpang sambil memberikan sebuah bungkusan kepada Dirga.

“Yuk Bang. Ini tadi saya beli 2 lusin JCo, dapet bonus Snack kering sedikit buat abang aja yah!”

“Gue buang sayang, kalo dimakan malah bikin kesel!” kata Dirga ngomong dalam hati. Kemudian dengan agak berat Dirga mengucapkan terima kasih.

Perbincangan mereka pun berlanjut di perjalanan. Singkat cerita sampailah mereka di tujuan.

“Bang, makasih ya. Pembayarannya, saya pake credit card ya!” kata si pembantu yang segera berlalu dari hadapan Dirga.

Ketika dicek, ternyata uang yang dikirim cuma sama persis kaya di argo. Dalam hati Dirga cuma bisa nyeletuk, “Gaya aja lu selangit, tapi meditnya minta ampun! Masa udah nunggu lama, cuma dikasih tip kue gratisan. He he he!” (A3)